Friday, 29 April 2005

10 CARA MENJADI AYAH YANG HEBAT

Untuk para calon ayah dan seorang ayah....

10 CARA MENJADI AYAH YANG HEBAT

1. HORMATILAH IBU ANAK-ANAK ANDA.
Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan Ayah bagi anak-anaknya adalah menghormati Ibu mereka. Kalau Anda menikah, jagalah pernikahan Anda agar tetap kuat dan penuh vitalitas.

2. LEWATKANLAH WAKTU BERSAMA ANAK-ANAK ANDA.
Bagaimana seorang Ayah melewatkan waktunya mengatakan apa yang penting baginya. Kalau Anda tampaknya selalu terlalu sibuk untuk anak-anak Anda, mereka akan merasa ditelantarkan, apapun yang Anda katakan.

3. UPAYAKANLAH HAK UNTUK DIDENGARKAN.
Terlalu sering satu-satunya saat sang Ayah bicara kepada anak-anaknya adalah ketika mereka melakukan suatu kesalahan. Mulailah bicara kepada anak-anak ketika mereka masih kecil, sehingga topik-topik sulit akan lebih mudah ditangani ketika mereka semakin besar. Luangkanlah waktu dan dengarkanlah ide-ide serta
persoalan-persoalan mereka.

4. DISIPLINKANLAH DENGAN KASIH.
Semua anak butuh bimbingan dan pendisiplinan, bukan sebagai hukuman, melainkan untuk menetapkan batasan-batasan yang masuk akal. Ingatkanlah anak-anak Anda akan ganjaran perbuatan mereka dan berikanlah imbalan yang berarti atas perilaku yang diinginkan.

5. MODEL PERAN.
Para Ayah adalah model peran bagi anak-anaknya, entah mereka menyadarinya atau tidak. Seorang anak perempuan yang melewatkan waktu dengan Ayahnya yang penuh kasih tumbuh dengan pengetahuan bahwa ia pantas diperlakukan dengan hormat oleh anak-anak lelaki, dan apa yang harus dicarinya dalam diri seorang suami. Para Ayah dapat mengajari putera-puteranya apa yang penting dalam kehidupan ini dengan mendemonstrasikan kejujuran, kerendahan hati, dan tanggung jawab.

6. JADILAH GURU.
Terlalu banyak Ayah yang menganggap bahwa mengajar adalah urusan orang lain. Namun seorang Ayah yang mengajari anak-anaknya tentang yang benar dan yang salah serta mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik akan melihat anak-anaknya mengambil pilihan yang baik.

7. MAKANLAH BERSAMA-SAMA KELUARGA.
Makan bersama-sama (sarapan, makan siang, atau makan malam) bisa menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga yang sehat. Selain memberikan struktur pada hari yang sibuk, ini juga memberi anak-anak peluang untuk membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan dan apa yang ingin mereka kerjakan.

8. BACAKANLAH CERITA BAGI ANAK-ANAK ANDA.
Mulailah membacakan cerita bagi anak-anak semenjak mereka masih kecil. Setelah mereka lebih besar, doronglah mereka untuk membaca sendiri. Menanamkan kecintaan untuk membaca adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan anak-anak Anda mengalami pertumbuhan pribadi maupun karir seumur hidup.

9. PERLIHATKANLAH KASIH SAYANG ANDA.
Anak-anak butuh ketenteraman yang berasal dari mengetahui bahwa mereka diinginkan, mereka diterima, dan dikasihi oleh keluarga. Orangtua, terutama para Ayah, perlu membiasakan diri merangkul anak-anaknya. Memperlihatkan kasih sayang setiap harinya adalah cara terbaik untuk memberitahu mereka bahwa Anda sayang kepada mereka.

10. SADARLAH BAHWA TUGAS SEBAGAI AYAH TIDAK PERNAH SELESAI.
Bahkan setelah anak-anak besar dan siap meninggalkan rumahpun, mereka akan tetap mencari hikmat serta nasihat dari Ayahnya. Entah soal meneruskan pendidikan, pekerjaan baru, atau pernikahan, para Ayah terus memainkan peran penting dalam kehidupan anak-anak mereka sementara mereka bertumbuh dan, mungkin, menikah dan membangun keluarga sendiri.

11:05 Posted in Tips | Permalink | Comments (0) | Email this

Thursday, 28 April 2005

Jangan Sembarang Posting CV

Rentan Disalahgunakan
detikcom

Jakarta, Anda terbiasa memajang atau mengirimkan curriculum vitae (CV) lewat internet? Hati-hati! Banyak pihak lain yang hendak mencari keuntungan dari data Anda tersebut. Ternyata, data pribadi pelamar bisa saja disikat dan disalahgunakan.

Pam Dixon, Executive Director World Privacy Forum, mengatakan bahwa aktivitas yang kelihatannya sepele seperti mengirimkan resume secara umum, ternyata bisa berakibat fatal. Pada tahun kemarin ada lusinan warga amerika yang dituduh melakukan kejahatan berat karena identitas mereka telah digunakan untuk kejahatan online.

"Apabila anda memposting CV anda di Internet, berhati-hatilah," nasehat Dixon, seperti ditulis oleh theregister.com dan dikutip detikinet pada Selasa (26/4/2005).

"Semakin bagus isi CV anda, semakin besar resiko anda. Mereka akan mencuri data-data anda dan menggunakan informasi tersebut dengan membuat rekening baru atas nama anda dan melakukan tindakan kriminal seolah-olah anda terlibat didalamnya," tambah Dixon.

Ancaman lain datang dari sekelompok penipu yang menyamar menjadi calon bos pelamar. Modus penipuan tersebut bertujuan untuk mendapatkan uang dengan cara menjual data ke perusahaan tertentu yang digunakan untuk melihat latar belakang pemilik data.

Ada pula modus lain di beberapa kasus tertentu, komplotan penjahat menghubungi sang pencari kerja dan kemudian menawarkan pekerjaan yang mengatur transfer uang perusahaan. Setiap kali transfer yang biasanya dibawah pengawasan Bank federal sekitar US$ 10 ribu, pencari kerja tersebut bisa mendapatkan 5 persen dari nilai transfer.

Skema ini bertujuan untuk mencuci uang dari hasil kejahatan, dititipkan di rekening si "pegawai", kemudian uang tersebut diambil lagi oleh si "majikan" melalui Bank Western Union ke rekening lain.

Komplotan penjahat yang mengaku sebagai calon bos tersebut bisa meyakinkan si pengirim CV untuk memberikan informasi yang sifatnya sensitif seperti nomor keamanan sosial dan informasi mengenai rekening bank.

12:46 Posted in Berita | Permalink | Comments (0) | Email this

What Question To Day ?

Apa Pertanyaan Hari Ini?

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)


Ada sebuah ungkapan yang cukup menarik bahwa
'To know the right answer is smart'.
Kalau Anda tahu jawaban yang benar dari sebuah
pertanyaan, Anda adalah orang yang pandai.

'But to know the right question is wise'.
Namun, kalau Anda tahu pertanyaan yang tepat, maka
itulah yang disebut bijaksana.

Karena itu, sering-seringlah mempertanyakan kepada
diri Anda sendiri tentang hal-hal yang essential
dalam kehidupan. Misalnya, dalam bekerja, bertanyalah
'What is required of me?' - Apa yang diharapkan dari
diri saya, esensi apa yang paling penting dari diri
saya selama bekerja di perusahaan ini.

Dalam time management, sebuah pernyataan yang paling
berharga menurut saya adalah pada setiap kesempatan
- at any given moment - tanyakan pada diri sendiri
'What give me the greatest return?' - Apa yang
memberikan balasan terbanyak untuk semangat saya,
atau untuk pekerjaan saya.

Jadi Anda harus sering bertanya kepada diri sendiri
tentang hal-hal penting dalam kehidupan. Apa sih
yang sebetulnya sedang saya kerjakan? Apa yang
membuat saya bisa menjadi lebih sukses?

Apa yang harus saya lakukan dalam waktu 2 jam
menganggur ketika menunggu pesawat terbang yang
di-delay? Apa yang bisa saya lakukan yang mampu
memberikan return terbaik bagi saya? Atau apa yang
bisa memberikan hasil lebih baik dari yang telah
saya lakukan pada saat itu. What is the most
rewarding thing that I can do now? - Apa yang
terbaik buat saya? Apa yang bisa saya lakukan supaya
bisa memanfaatkan waktu selama 2 jam sehingga
memberikan return terbaik?

Kita selalu hidup dalam ketergesa-gesaan. Kita hidup
dalam sebuah urgency to urgency. Kebiasaan kita
adalah memberikan semprotan bila terjadi kebakaran.
Jadi, kalau ada apa-apa kita semprot supaya tidak
terjadi lagi. Berikutnya kita semprot lagi. Jika
kita selalu hidup dalam urgency to urgency, maka
kita selalu lupa akan 'what is the most important
thing in our live'.

Hal yang penting dalam kehidupan kita kadang
bukanlah jawaban dari sebuah pertanyaan yang ada.
Tetapi bagaimana kita mempertanyakan sesuatu atau
mencari pertanyaan yang tepat dalam menghadapi
kehidupan ini.

'Bagaimana saya bisa menjadi seseorang yang lebih
bijaksana dalam hidup ini?'

'Apa yang harus saya lakukan pada saat ini supaya
saya bisa menjadi lebih berhasil di saat-saat yang
akan datang?'

Itulah beberapa pertanyaan penting yang sering kita
lupakan diantara kesibukan-kesibukan kita. Dan hal
itulah yang perlu kita ingatkan pada diri kita supaya kita
tidak sekedar melewati hari demi hari sebagai sebuah
rutinitas saja. Sebaliknya, kita berhak, mau sekaligus
mampu untuk berpikir dan memilih apa yang penting
dalam kehidupan kita.

Kita juga bisa mulai bertanya tentang
pertanyaan-pertanyaan bijaksana kepada diri kita
sendiri.

11:44 Posted in Renungan | Permalink | Email this

Wednesday, 27 April 2005

Betapa Sedikit Kita Bersyukur

milis [Kepribadian-Pengembangan]


Dulu, ada seorang anak kecil, perlahan-lahan ia berusaha mengejar cinta Tuhan-nya, berusaha untuk shalat lima waktu tapi tak pernah bisa, akhirnya suatu ketika keinginan itu terwujud di usianya 9 tahun. Ia begitu bahagia, sangat bahagia sekali...

Tapi alangkah kagetnya ia, usai shalat, seakan ada yang berbisik, "...., umur 20 tahun engkau meninggal..." ia begitu kaget sekali, bertahun-tahun ia hidup dihantui ketakutan, sering jatuh sakit, karena walau sakit sekecil apapun, jika difikir berat, sakit itu sesuai dengan fikiran kita.

Saat cobaan itu datang, yang ada di benaknya hanya satu, bisa menjalani hari-hari dengan baik, tidak terfikir nanti apakah bisa menikah, mengandung dan punya anak. Ia malu terus-terusan menyusahkan orang tua, terkadang jika sakit itu datang, hanya dipendamnya sendiri, airmatanya sering mengalir, sadar akan banyak dosa-dosanya, sadar akan sedikit sekali bekalnya, sadar akan sedikit sekali syukurnya.

Ketika sakit itu reda dan ia kembali sehat, betapa senangnya ia bisa menjalani hari-hari lagi, berusaha mengejar lagi ibadah-ibadahnya yang tertinggal, ia mohon pada Allah diberikan jodoh, namun sang pangeran itu tak kunjung datang.

Silih bergantinya siang dan malam, bilangan hari yang berganti tahun, begitu pun dengan kondisi kesehatannya, anak itu tumbuh menjadi wanita dewasa, dalam hati ia bertanya-tanya, mengapa aku belum juga dipanggil Tuhan? Sedangkan usiaku sudah menjelang seperempat abad? Ya Allah, bukan maksud hatiku mendahului keputusanMu,...

Dari pengalaman yang panjang, dari jatuh bangun kehidupan, tibalah ia pada suatu kesimpulan, "Aku harus berusaha semaksimal mungkin di dunia ini untuk kehidupanku di akhirat kelak, karena sungguh, batas usia adalah takdir Allah yang tidak boleh kita dahului."

Jikalau kita lebih dalam merenungi hidup yang tinggal sepenggalan ini, kembali menuju Allah akan membuat kita jauh lebih tenang dan bersyukur.

Bersyukurlah kepada Allah, walau bagaimanapun adanya dirimu, karena sungguh tiada ada satu pun yang terjadi, melainkan semua itu adalah atas kehendak-Nya.

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (QS. Ibrahim 14 : 7).

17:04 Posted in Renungan | Permalink | Email this

All the posts