Saturday, 25 June 2005
Kendalikan Marah Sebelum Marah Mengendalikanmu
[dari berbagai sumber]
Kita pasti pernah marah. Normal, dan manusiawi. Tapi kalau marah mulai di luar kendali dan bahkan merusak, itu bisa menjadi awal dari masalah di kantor, dalam hubungan pribadi anda, dan dalam semua sisi kehidupan anda.
Marah merupakan pernyataan emosi yang intentsitasnya berbeda-eda. Hal wajar, karena ini merupakan respon terhadap ancaman; yang encerminkan kekuatan, agresif, perasaan, dan kebiasaan yang membuat kita erjuang dan bertahan, terutama jika mendapat serangan.
Orang akan menggunakan berbagai cara dalam mengekspresikan perasaan marah mereka. Diantaranya mengekspresikannya, ditahan, dan diam. Mengekspresikan perasaan marah anda dengan cara tegas- bukan agresif- merupakan cara sehat. Dalam hal ini, anda harus belajar memperjelas apa yang anda butuhkan dan bagaimana mendapatkannya, tanpa menyakiti orang lain. Menjadi tegas tidak berarti anda menekan; ini bisa berarti menghargai diri anda sendiri dan yang lainnya.
Amarah juga bisa tertahan. Berhenti memikirkannya, dan fokus pada hal positif. Tapi hati- hati, jika amarah anda tertahan di dalam, bisa menimbulkan hipertensi, tekanan darah tinggi dan depresi.
Sebuah Penelitian membuktikan bahwa latar belakang keluarga memberikan peranan. Biasanya orang yang mudah marah datang dari keluarga yang tidak biasa mengkomunikasikan perasaannya.
10:40 Posted in Renungan | Permalink | Email this

