Thursday, 30 June 2005
Kamar 27
Seorang pria menelepon sebuah rumah sakit jiwa dan
menanyakan kepada petugas di resepsionis
apakah kamar no. 27 ada pasiennya.
Petugas tersebut lalu memeriksa kamar tersebut, dan
segera kembali ke pesawat telepon,
memberitahu pria tersebut kalau kamar no. 27 itu
kosong.
"Bagus sekali!" kata si pria. "Itu berarti aku sudah betul-betul berhasil melarikan diri!"
09:38 Posted in Refreshing | Permalink | Email this
Wednesday, 29 June 2005
"Love, Chance and Choice"
When we meet the right person to love when we're at the right place at the right time, that's chance.
When you meet someone you're attracted to, that's not a choice. That's chance.
Being caught up in a moment (and there's a lot of couples who get together because of this) is not a choice.
That's also a chance.
The difference is what happens afterwards. When will you take that infatuation, that crush, that mind-blowing
attraction to the next level? That's when all sanity goes back, you sit down and contemplate whether you
want to make this into a concrete relationship or just a fling. If you decide to love a person, even with his faults, that's not a chance. That's choice.
When you choose to be with a person, no matter what, that's choice.
Even if you know there are many people out there who are more attractive, smarter, and richer than your mate, and yet, you decide to love your mate just the same, that's choice. Infatuation, crushes, attraction comes to us
by chance. But true love that lasts is truly a choice. A choice that we make.
Regarding soul mates, there's a beautiful movie quote that I believe is so true about this:
" Fate brings you together, but it's still up to you to make it happen."
I do believe that soul mates do exist. That there is truly someone made for you.
But it's still up to you to make the choice if you're going to do something about it or not.
We may meet our soul mates by chance, but loving and staying with our soul mates is still a choice we have to make.
We came to the world not by finding someone perfect to love...
BUT.. to learn how to love an imperfect person perfectly...
Conclusion: it is not the matter how to find someone perfect to love, but how to love someone imperfect perfectly .....
Love itself is a choice.
God bless U all !!
08:04 Posted in Renungan | Permalink | Email this
Saturday, 25 June 2005
Kendalikan Marah Sebelum Marah Mengendalikanmu
[dari berbagai sumber]
Kita pasti pernah marah. Normal, dan manusiawi. Tapi kalau marah mulai di luar kendali dan bahkan merusak, itu bisa menjadi awal dari masalah di kantor, dalam hubungan pribadi anda, dan dalam semua sisi kehidupan anda.
Marah merupakan pernyataan emosi yang intentsitasnya berbeda-eda. Hal wajar, karena ini merupakan respon terhadap ancaman; yang encerminkan kekuatan, agresif, perasaan, dan kebiasaan yang membuat kita erjuang dan bertahan, terutama jika mendapat serangan.
Orang akan menggunakan berbagai cara dalam mengekspresikan perasaan marah mereka. Diantaranya mengekspresikannya, ditahan, dan diam. Mengekspresikan perasaan marah anda dengan cara tegas- bukan agresif- merupakan cara sehat. Dalam hal ini, anda harus belajar memperjelas apa yang anda butuhkan dan bagaimana mendapatkannya, tanpa menyakiti orang lain. Menjadi tegas tidak berarti anda menekan; ini bisa berarti menghargai diri anda sendiri dan yang lainnya.
Amarah juga bisa tertahan. Berhenti memikirkannya, dan fokus pada hal positif. Tapi hati- hati, jika amarah anda tertahan di dalam, bisa menimbulkan hipertensi, tekanan darah tinggi dan depresi.
Sebuah Penelitian membuktikan bahwa latar belakang keluarga memberikan peranan. Biasanya orang yang mudah marah datang dari keluarga yang tidak biasa mengkomunikasikan perasaannya.
10:40 Posted in Renungan | Permalink | Email this
Friday, 24 June 2005
Bila ibu boleh memilih
Ratih Sanggarwati
Anakku...
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu...
Karena ketika mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan nak...
Engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu
kecewa dan berurai air mata
Anakku...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga Karena kedahsyatan
perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah...
saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan
penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di
telinga mungilmu
Anakku...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,
atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan
tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan
badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang
orang lain tidak bisa rasakan
Anakku...
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku...
Hidup memang pilihan...
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak...
Maafkan ibu...
Maafkan ibu...
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak...
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak...
Engkau selalu menjadi belahan nyawa ibu...
09:31 Posted in Puisi, Renungan | Permalink | Email this
Thursday, 23 June 2005
TIPS BUGAR SEPANJANG HARI
Sepanjang minggu kita bekerja, mulai pagi hingga petang. Tak jarang di akhir minggu kita masih terus bekerja.
Tak usah heran, karena tubuh kita dirancang secara sempurna untuk bekerja, membangun bumi ini sebaik-baiknya demi kesejahteraan kita dan generasi mendatang. Adakalanya kita melalui suatu hari dengan penuh semangat, energetik, seolah tak kenal lelah. Sebaliknya, tak jarang pula kita isi suatu hari dengan kelesuan, loyo dan murung.
Memang suasana hati dan fisik senantiasa naik turun. Meski begitu, bekerja seharian penuh bersama hati dan fisik yang bugar selalu menyenangkan. Sedangkan, bekerja bersama pikiran ruwet dan tubuh yang lesu, jauh dari kata menyenangkan. Karena itu ada baiknya kita mensiasati bagaimana kita bisa menumbuhkan kebugaran, menemukan energi dan semangat bekerja sepanjang hari. Hukum bekerja itu sederhana saja: bila hati senang, kerja pun baik.
Berikut beberapa tips yang bisa anda coba untuk menemukan kebugaran jiwa dan tubuh sepanjang hari kerja yang padat.
1--Mulailah hari anda dengan pikiran positif.
Ketika pertama kali anda membuka pelupuk mata di pagi hari, ucapkan syukur bahwa anda masih diberi kesempatan untuk menjalani hari ini. Bersiaplah untuk memberikan sesuatu yang terbaik dari diri anda untuk bumi ini. Lakukan khusyu, kontemplasi, meditasi atau apa pun namanya. Ini baik agar pikiran anda jernih dan positif. Setelah itu, ada baiknya anda setel musik ceria kegemaran anda. Lalu, go, go, go, siap bekerja.
2--Lakukan olahraga ringan.
Berikan kebugaran pada tubuh anda dengan melakukan olahraga ringan. Hirup udara banyak-banyak. Biarkan tubuh anda bergerak dan berkeringat. Namun, tak usah terlalu ngoyo. Lebih baik lagi, bila anda lakukan itu bersama-sama dengan pasangan, anak-anak, atau teman-teman anda.
3--Jangan lupa sarapan secukupnya.
Sarapan adalah pemasok bahan bakar terpenting (gula darah) bagi tubuh. Sarapan bukan hanya bermanfaat di pagi hari, namun juga siang dan sore hari. Sarapan akan menghindari anda dari jajan di jam kerja, sehingga membantu anda menjaga berat tubuh, menguatkan daya pikir dan mempertahankan semangat kerja. Namun demikian, yang penting adalah jenis makanan yang anda makan haruslah lengkap, terutama protein yang bisa mempertahankan kadar gula darah sepanjang hari. Bila perlu tambahkan susu. Agar anda berselera, susun menu yang bervariasi.
4--Atur kegiatan hari anda sebaik-baiknya.
Sebelum anda bekerja, aturlah rencana kerja anda hari ini. Susun sebaik-baiknya sesuai dengan skala prioritas pencapaian tugas. Aturlah tugas-tugas anda sedemikian rupa agar anda tidak mudah kelelahan di pagi hari. Buat jadwal yang selang-seling dan sediakan waktu untuk istirahat. Meski begitu bersikaplah fleksibel untuk mengubah rencana anda. Segala sesuatunya bisa terjadi. Belajarlah untuk membagi dan mendelegasikan tugas.
5--Jaga terus kesegaran tubuh anda.
Jangan melulu duduk di belakang meja, sekali-kali bergerak dan berkeringatlah. Rasakan darah anda mengalir, dan oksigen memenuhi rongga dada anda. Minum air putih segar banyak-banyak untuk menjaga kebugaran tubuh.
6--Istirahat itu penting.
Bekerja terus boleh-boleh saja, namun tanpa diselingi istirahat, anda akan cepat jatuh loyo. Bahkan, petinju yang bertanding pun harus rehat selama satu menit setiap tiga menitnya. Lakukan relaksasi dan peregangan untuk tubuh anda, tarik nafas dalam-dalam, pejamkan mata anda sejenak, di sela-sela pekerjaan anda. Jangan sia-siakan waktu rehat makan siang, tetapi jangan makan terlalu kenyang. Ini malah membuat anda mengantuk. Makanlah banyak sayur dan buah segar. Jangan tergoda untuk mengkonsumsi makanan ringan kecuali bila anda benar-benar membutuhkannya.
7--Temukan kegembiraan dalam setiap keadaan.
Bugar bukan hanya kuat, namun segar dan penuh kegembiraan. Jangan jauhkan humor dari pekerjaan anda. Seberat-beratnya persoalan pasti ada jalan keluarnya. Serius tapi rileks. Jaga terus pikiran positif anda. Jauhi emosi negatif yang menghabiskan energi saja. Tetap jalin hubungan sosial dengan rekan-rekan anda.
8--Selesaikan pekerjaan kantor di kantor
Tuntaskan pekerjaan kantor di kantor. Ini mendorong anda untuk bekerja produktif. Gunakan waktu setelah kerja untuk kehidupan pribadi, keluarga dan orang-orang yang anda cintai. Isi pula dengan kegiatan sosial yang memperhatikan sesama, menyalakan api spiritual diri anda, memperbaiki lingkungan, dan sebagainya.
9--Cukupkan kebutuhan tidur anda.
Kendaraan pun perlu beristirahat. Juga tubuh dan jiwa anda. Dan tempat istirahat terbaik adalah tidur yang nyenyak dan cukup. Aturlah jam tidur dan bangun yang teratur. Ini baik untuk kebugaran anda esok hari.
10--Perbanyak bersyukur.
Buka hari anda dengan bersyukur, tutup juga hari anda dengan bersyukur. Jaga terus pikiran positif anda. Sudahlah, jauhkan kecemasan karena terlalu banyak harapan dan angan-angan. Nikmati apa yang dianugerahkan pada anda selama ini. Rasakan betapa kaaaaayanya hidup anda...!
11:01 Posted in Tips | Permalink | Email this
Wednesday, 22 June 2005
Nilai sebuah Baju
Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.
Mereka meminta janji.Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang pria lembut.
"Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat.
"Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.
"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard.
Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan
tersebut.
Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin
mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini. bolehkah?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.
Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya," katanya
dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan." "Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami
tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard." Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kalian perlu memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."
Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja ?" Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan. Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi,
melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.
Catatan:
Sebagian besar dari Kita, seperti pimpinan Harvard itu, acap kali silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai bahkan kadang menipu.
menipu.
10:50 Posted in Cerita, Renungan | Permalink | Email this
Tuesday, 21 June 2005
Memperindah Hati
[milis kepribadian]
Setiap manusia tentulah sangat menyukai dan merindukan keindahan. Banyak orang yang menganggap keindahan adalah pangkal dari segala puji dan harga. Tidak usah heran kalau banyak orang memburunya. Ada orang yang berani pergi beratus bahkan beribu kilometer semata-mata untuk mencari suasana pemandangan yang indah. Banyak orang rela membuang waktu untuk berlatih mengolah jasmani setiap saat karena sangat ingin memiliki tubuh yang indah. Tak sedikit juga orang berani membelanjakan uangnya berjuta bahkan bermilyar karena sangat rindu memiliki rumah atau kendaraan mewah.
Akan tetapi, apa yang terjadi? Tak jarang kita menyaksikan betapa terhadap orang-orang yang memiliki pakaian dan penampilan yang mahal dan indah, yang datang ternyata bukan penghargaan, melainkan justru penghinaaan. Ada juga orang yang memiliki rumah megah dan mewah, tetapi bukannya mendapatkan pujian, melainkan malah cibiran dan cacian. Mengapa keindahan yang tadinya disangka akan mengangkat derajat kemuliaan malah sebaliknya, padahal kunci keindahan yang sesungguhnya adalah jika seseorang merawat serta memperhatikan kecantikan dan keindahan hati. Inilah pangkal kemuliaan sebenarnya.
Rasulullah SAW pakaiannya tidak bertabur bintang penghargaan, tanda jasa, dan pangkat. Akan tetapi, demi Allah sampai saat ini tidak pernah berkurang kemuliaannya. Rasulullah SAW tidak menggunakan singgasana dari emas yang gemerlap, ataupun memiliki rumah yang megah dan indah. Akan tetapi, sampai detik ini sama sekali tidak pernah luntur pujian dan penghargaan terhadapnya, bahkan hingga kelak datang akhir zaman. Apakah rahasianya? Ternyata semua itu dikarenakan Rasulullah SAW adalah orang yang sangat menjaga mutu keindahan dan kesucian hatinya.
Rasulullah SAW bersabda, "Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu!" (HR. Bukhari dan Muslim).
Boleh saja kita memakai segala apapun yang indah-indah. Namun, kalau tidak memiliki hati yang indah,demi Allah tidak akan pernah ada keindahan yang sebenarnya. Karenanya jangan terpedaya oleh keindahan dunia. Lihatlah, begitu banyak wanita malang yang tidak mengenal moral dan harga diri. Mereka pun tidak kalah indah dan molek wajah, tubuh, ataupun penampilannya.
Kendatipun demikian, mereka tetap diberi oleh Allah dunia yang indah dan melimpah.
Ternyata dunia dan kemewahan bukanlah tanda kemuliaan yang sesungguhnya karena orang-orang yang rusak dan durjana sekalipun diberi aneka kemewahan yang melimpah ruah oleh Allah. Kunci bagi orang-orang yang ingin sukses, yang ingin benar-benar merasakan lezat dan mulianya hidup, adalah orang-orang yang sangat memelihara serta merawat keindahan dan kesucian qalbunya.
Imam Al Ghazali menggolongkan hati ke dalam tiga golongan, yakni yang sehat (qolbun shahih), hati yang sakit (qolbun maridh), dan hati yang mati (qolbun mayyit).
Seseorang yang memiliki hati sehat tak ubahnya memiliki tubuh yang sehat. Ia akan berfungsi optimal. Ia akan mampu memilih dan memilah setiap rencana atas suatu tindakan, sehingga setiap yang akan diperbuatnya benar-benar sudah melewati perhitungan yang jitu berdasarkan hati nurani yang bersih.
Orang yang paling beruntung memiliki hati yang sehat adalah orang yang dapat mengenal Allah Azza wa Jalla dengan baik. Semakin cemerlang hatinya, maka akan semakin mengenal dia. Penguasa jagat raya alam semesta ini. Ia akan memiliki mutu pribadi yang begitu hebat dan mempesona. Tidak akan pernah menjadi ujub dan takabur ketika mendapatkan sesuatu, namun sebaliknya akan menjadi orang yang tersungkur bersujud. Semakin tinggi pangkatnya, akan membuatnya semakin rendah hati. Kian melimpah hartanya, ia akan kian dermawan. Semua itu dikarenakan ia menyadari, bahwa semua yang ada adalah titipan Allah semata. Tidak dinafkahkan di jalan Allah, pasti Allah akan mengambilnya jika Dia kehendaki.
Semakin bersih hati, hidupnya akan selalu diselimuti rasa syukur. Dikaruniai apa saja, kendati sedikit, ia tidak akan habis-habisnya meyakini bahwa semua ini adalah titipan Allah semata, sehingga amat jauh dari sikap ujub dan takabur. Persis seperti ucapan yang terlontar dari lisan Nabi Sulaiman AS, tatkala dirinya dianugerahi Allah berbagai kelebihan, "Haadzaa min fadhli Rabbii, liyabluwani a-asykuru am afkuru." (QS. An Naml [27] : 40). Ini termasuk karunia Tuhanku, untuk mengujiku apakah aku mampu bersyukur atau malah kufur atas nikmat-Nya.
Suatu saat bagi Allah akan menimpakkan ujian dan bala. Bagi orang yang hatinya bersih, semua itu tidak kalah terasa nikmatnya. Ujian dan persoalan yang menimpa justru benar-benar akan membuatnya kian merasakan indahnya hidup ini. Karena, orang yang mengenal Allah dengan baik berkat hati yang bersih, akan merasa yakin bahwa ujian adalah salah satu perangkat kasih
sayang Allah, yang membuat seseorang semakin bermutu.
Dengan persoalan akan menjadikannya semakin bertambah ilmu. Dengan persoalan akan bertambahlah ganjaran. Dengan persoalan pula derajat kemuliaan seorang hamba Allah akan bertambah baik, sehingga ia tidak pernah resah, kecewa, dan berkeluh kesah karena menyadari bahwa persoalan merupakan bagian yang harus dinikmati dalam hidup ini.
Oleh karenanya, tidak usah heran orang yang hatinya bersih, ditimpa apapun dalam hidup ini, sungguh bagaikan air di relung lautan yang dalam. Tidak pernah akan berguncang walaupun ombak badai saling menerjang. Ibarat karang yang tegak tegar, dihantam ombak sedahsyat apapun tidak akan pernah roboh. Tidak ada putus asa, tidak ada keluh kesah berkepanjangan. Yang ada hanya kejernihan dan keindahan hati. Ia amat yakin dengan janji Allah, "Laa yukalifullahu nafasan illa wus'ahaa." (QS. Al Baqarah [2] : 286). Allah tidak akan membebani seseorang, kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Pasti semua yang menimpa sudah diukur oleh-Nya. Mahasuci Allah dari perbuatan zhalim kepada hamba-hamba-Nya.
Ia sangat yakin bahwa hujan pasti berhenti. Badai pasti berlalu. Malam pasti berganti menjadi siang. Tidak ada satu pun ujian yang menimpa, kecuali pasti akan ada titik akhirnya. Ia tidak berubah bagai intan yang akan tetap kemilau walaupun dihantam dengan apapun jua.
Memang luar biasa orang yang memiliki hati yang bersih. Nikmat datang tak pernah membuatnya lalai bersyukur, sementara sekalipun musibah yang menerjang, sama sekali tidak akan pernah mengurangi keyakinan akan curahan kasih sayang-Nya. Semua itu dikarenakan ia bisa menyelami sesuatu secara lebih dalam atas musibah yang menimpa dirinya, sehingga tergapailah sang mutiara hikmah. Subhanallaah, sungguh teramat beruntung siapapun yang senantiasa berikhtiar dengan sekuat-kuatnya untuk memperindah qolbunya
13:11 Posted in Renungan | Permalink | Email this
Monday, 20 June 2005
Sabar Kunci Sukses!
Coba saja Anda ikuti kisah atau perjalanan hidup orang sukses, pasti ada kesabaran di dalamnya. Kalau nggak sabar, mustahil mereka mau merintis sukses apalagi mulai dari 'nol'. So, Anda yang termasuk jenis orang yang 'nggak' sabaran, mulai sekarang berlatihlah untuk menjadi orang yang sabar. Caranya?
Ikuti saran berikut ini:
* Berjanjilah pada diri sendiri untuk tidak cepat merasa kesal? dengan peristiwa menyebalkan yang menimpa Anda. Cobalah untuk menepati janji ini. Setiap kali Anda dihadapkan pada kejadian yang membuat Anda kesal, coba deh tahan emosi dengan cara mencari tempat yang agak sepi lalu hiruplah udara dalam-dalam sekitar 60 detik. Dengan demikian emosi Anda akan turun perlahan-lahan.
* Saat stres dan kepala serasa mau pecah, cobalah untuk membayangkan kejadian menyenangkan dan peristiwa lucu atau konyol yang pernah Anda alami. Dengan demikian, kepala Anda yang tadinya sangat berat dan mau pecah akan terasa lebih ringan.
* Ketika waktu Anda tersita untuk menunggu, baik menunggu teman, menanti giliran panggilan di rumah sakit, atau menanti apapun, cobalah mencari kesenangan selama masa penantian. Jangan biarkan diri Anda jenuh dan kesal. Anda dapat memanfaatkan waktu menunggu dengan membaca bacaan ringan, ngobrol atau menonton
televisi. Sehingga waktu yang Anda habiskan untuk menunggu bisa Anda lewatkan
tanpa beban.
* Carilah kenikmatan diantara kepenatan. Jalan macet, tugas menumpuk, tanggung bulan? Cobalah kosongkan pikiran Anda. Kemudian tersenyumlah dan rasakan sensasi sebagai manusia tanpa emosi.
* Satu lagi cara agar Anda menjadi manusia yang sabar adalah dengan berdoa. Saat anda merasa suntuk dan jenuh dengan berbagai persoalan hidup, cobalah larikan diri anda dengan berdo'a. Lakukan kontak batin dengan Sang Pencipta secara khusyuk. Dialog batin yang anda lakukan dapat mengaliri jiwa dan raga Anda ketenangan yang luar biasa. Anda pun akan lebih sabar menghadapi apapun.
Nah sudahkah Anda melakukannya...?
Kalau Anda melakukan hal-hal di atas berarti Anda telah melatih diri sendiri untuk menjadi manusia yang lebih sabar. Dampaknya Andapun akan menjadi manusia 'tahan banting' yang pantang mengeluh dan putus asa. Sehingga Anda menjadi lebih 'lapang' meraih apa yang Anda cita-citakan.
Selamat berjuang...! & SUKSES SELALU...
10:14 Posted in Renungan, Tips | Permalink | Email this
Saturday, 18 June 2005
10 Langkah Bagi Ayah Ibu Bekerja
Sumber: Majalah Intisari Edisi Juli 2001
Membesarkan anak dengan baik memang tidak mudah bagi pasangan suami istri yang bekerja. Dengan sepuluh panduan berikut mudah-mudahan mereka dapat menjalankan tugas sebagai orang tua dan pasangan karier secara seimbang.
Lebih dari tiga puluh tahun terakhir, dengan pelbagai alasan sosioekonomi semakin banyak pasangan suami-istri yang harus bekerja. Kegiatan masing-masing anggota keluarga di luar juga meningkat, akibatnya waktu berkumpul antara anak dan orang tua atau saudara-saudara mereka semakin sedikit. Anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama pengasuh atau malah bermain sendiri di rumah.
Kecenderungan ini, menurut Daniel Amen, M.D., direktur medis The Center For Effective Living, akan menimbulkan dampak sosial serius jika orang tua tidak memberikan kepemimpinan yang kuat kepada anak-anak mereka. Psikiater anak, remaja dan dewasa ini menyodorkan sepuluh panduan untuk membesarkan anak secara sehat dalam keluarga dengan kedua orang tua bekerja.
1. Waktu. Hubungan orang tua-anak yang baik memerlukan waktu yang memungkinkan mereka berkumpul secara fisik. Tidak perlu berjam-jam. Yang penting, orang tua secara konsisten meluangkan sedikit waktu bersama anak-anak hampir setiap hari. Ketika bersama mereka, jauhkan gangguan dan konsentrasikan perhatian kita kepada mereka. Waktu adalah tonggak penyangga pengasuhan yang baik.
2. Jadilah pendengar yang baik. Bila anak-anak mengetahui bahwa kita benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan, mereka akan lebih bersemangat untuk berbagi perasaan dan pikiran. Sebaliknya, kalau orang
tua merendahkan gagasan anaknya atau "rajin" mengkritik kata - katanya, anak itu akan menarik diri dan memilih lebih dekat pada teman. Karenanya, jika ingin memiliki pengaruh dalam kehidupan anak, mari menjadi pendengar yang baik. Mereka akan menerima kita bila kita membantu mereka memecahkan masalah.
3. Tentukan harapan yang jelas. Memberitahukan anak apa yang kita harapkan darinya akan membentuk perilaku yang baik. Jangan ragu-ragu melibatkan mereka dalam pekerjaan sehari-hari dan untuk membantu
menyelesaikan tugas-tugas di lingkungan rumah. Kebanyakan anak pasti akan mengeluh. Begitupun, kita harus berusaha agar mereka senang dilibatkan. Pada anak yang berperan serta dalam urusan rumah tangga, akan tumbuh etika kerja dan umumnya ia lebih merasa menjadi bagian dari keluarga.
4. Jangan membiarkan rasa bersalah. Banyak orang tua merasa bersalah karena bekerja seharian di luar rumah. Sebagai kompensasinya, mereka membiarkan anak berperilaku buruk dan tidak disiplin. Orang tua yang
baik adalah yang tegas. Merasa bersalah merupakan tindakan kontraproduktif.
5. Jangan menggantikan kasih sayang atau waktu dengan uang. Memang penting untuk mengajarkan anak-anak bagaimana mengelola uang, tetapi jangan gunakan uang sebagai pengganti waktu atau kasih sayang kita.
Pesan materialistis di televisi mudah sekali merasuki anak dan membangkitkan keinginan mereka untuk membeli ini dan itu. Bagaimana kita dapat membentengi mereka dari pengaruh buruk ini? Kita buat mereka untuk selalu berusaha bila ingin memperoleh sesuatu. Sesuatu yang diperoleh melalui bekerja, akan lebih terasa nilainya.
6. Jangan terlalu sering gonta-ganti pengasuh. Satu dari kebutuhan psikologi yang penting pada anak adalah bahwa ia terasuh dengan baik dan penuh kasih secara terus-menerus. Oleh karena itu kita memerlukan
pengasuh. Dengan menggunakan pengasuh kecemasan kita akan berkurang selama kita bekerja. Namun sebelum menyerahkan anak pada seorang pengasuh, berikanlah kesempatan untuk terciptanya keakraban dan
kedekatan antara anak dan si calon pengasuh. Sering gonta-ganti pengasuh dapat membahayakan anak. Untuk mencari orang yang tepat atau situasi yang baik bagi anak, kalau perlu, pergilah ke tempat yang jauh!
7. Kuncinya: pengawasan. Sering kali ketika ditinggalkan orang tua, anak terjerumus dalam masalah. Penelitian menunjukkan bahwa anak- anak bermasalah sering berasal dari keluarga yang kurang atau tidak diawasi.
Anak-anak tidak begitu saja tahu sejak lahir, mana perilaku baik, mana yang buruk. Mereka perlu diajari dan kemudian diawasi. Karenanya, sangatlah penting bagi orang tua untuk mengetahui di mana anaknya,
sedang bersama siapa, dan sedang ngapain. Memang, anak sering mengeluh kalau ia diawasi ketat, tetapi anak-anak yang tidak diawasi juga sering merasa bahwa orang tua mereka tidak peduli dengan mereka!
8. Beri perhatian lebih saat ia baik. Ini bagian paling berat sebagai orang tua. Kita cenderung lebih memperhatikan anak-anak ketika mereka menjengkelkan. Sebaliknya, jauh lebih sulit untuk memperhatikan
perilaku baik mereka. Namun, jika ingin anak berperilaku baik, berilah perhatian pada hal-hal yang kita sukai dari mereka. Kalau anak merasa diabaikan, secara bawah sadar ia akan berperilaku salah untuk menarik
perhatian kita. Memperhatikan mereka sewaktu mereka baik, memang memerlukan usaha.
9. Hukuman itu untuk mendidik. Orang tua yang bekerja di luar rumah, cenderung mengalami kelelahan dan mudah jengkel. Maka mereka lebih mudah kehilangan kontrol terhadap anak-anak. Ini dapat menimbulkan masalah. Jangan pernah menghukum anak ketika kita sendiri tidak dapat mengontrol diri. Gunakan hukuman untuk mendidik, bukan untuk melampiaskan kemarahan.
10. Berikan teladan dalam relasi. Anak belajar berelasi dari orang tua mereka. Mereka juga merasa paling aman jika melihat orang tua saling memperlakukan pasangannya dengan baik. Maka hal terbaik yang dapat
dilakukan bagi anak-anak kita adalah mencintai pasangan kita.
10:49 Posted in Renungan, Tips | Permalink | Email this
Friday, 17 June 2005
LANGKAH-LANGKAH MEMBENTUK DAN MEMELIHARA SIKAP POSITIF
1.Anda harus fokus dan cari terus hal-hal positifnya
Seperti kisah pencari emas. Bila Anda menjadi penambang emas maka Anda harus membuang ratusan ton pasir dan batu, ribuan liter air dan tenaga berhari-hari. Padahal emas yang Anda cari hanya seberat 1 ons.
Bila Anda tidak fokus dengan pencarian itu, maka Anda bisa menjadi pedagang batu akik karena Anda berhenti terlalu dini dan dalam pencarian emas itu dan tergoda untuk menambang akik saja.
Anda harus tetapkan untuk selalu fokus dan jangan tergoda oleh rumput ladang tetangga yang terkadang lebih hijau. Anda mesti sabar, ulet dan tekun dalam pencarian emas itu. Sukses itu seperti emas yang mahal harga tebusannya. Bila Anda menemui masalah dalam upaya pencarian emas itu, maka Anda janganlah tergoda oleh rumput yang tidak Anda tanam ketika Anda menanam padi. Bila Anda menanam padi maka saat kemudian dipastikan rumput akan ikut tumbuh. Padahal Anda tidak menanam rumput itu, tetapi ia tetap tumbuh.
Bagaimana menyikapinya? Anda harus fokus dan jangan tergoda dengan banyaknya rumput yang tidak ditanam itu tumbuh.Yang Anda harus lakukan adalah mencari solusi atau alternatif apa supaya rumput penghalang tumbuhnya padi secara subur itu bisa dihilangkan atau disingkirkan. Cari terus solusinya sampai bisnis Anda tetap jalan walaupun halangan dan rintangan menyertainya. Pikirkan alternatif-alternatif lainnya yang mungkin masih bisa dijalankan. Jangan berhenti terlalu dini karena bila Anda melakukan itu, maka masalah dalam bisnis Anda justru tambah banyak. Sukses yang Anda harapkan itu justru semakin menjauh.
2. Membiasakan diri untuk melakukan sesuatu sekarang juga
Jangan menunda pekerjaan. Jangan menunda untuk memulai bisnis Anda. Ambillah keputusan sekarang juga atau Anda tidak pernah jadi memulai. Keraguan yang selalu menyelimuti Anda selamanya tidak akan hilang manakala Anda tidak pernah mengambil keputusan untuk memulai sekarang. Hitungan-hitungan kalkulator yang ada dalam benak pikiran Anda hanya akan membuat Anda semakin ketakutan untuk memulai. Sadar atau tidak terkadang pikiran kita membuat kita selalu menunda untuk memulai. Karena itu lawanlah pikiran Anda dengan tindakan.
Mulailah sekarang apa pun bisnis Anda atau Anda kehilangan kesempatan untuk sukses.
3. Kembangkan rasa bersykur kepada Tuhan
Dengan mensyukuri nikmat Tuhan kita justru akan ditambah terus kenikmatannya. Bagaimana cara mensyukuri nikmat Tuhan berupa rezeki yang kita dapatkan dari bisnis yang kita jalankan? Agama mengajarkan agar kita terus menambah ibadah kepada-Nya. Kita terlahir ke dunia hanya punya satu tugas, yakni beribadah
kepada-Nya. Tambah terus ibadah kita kepada Nya. Kesuksesan seperti apa yang kita mau? Tuhan akan menganugerahkan semua kesuksesan hidup kita dunia akhirat sesuai yang kita mau. Karena itu, bila bisnis kita menguntungkan, maka wajib hukumnya kita membayar zakatnya dan sedekahkan sebagian untuk orang-orang yang berhak menerimnya. Dengan banyak zakat dan amal yang kita keluarkan, tidak pernah dalam sejarah hidup manusia, orang yang banyak mengeluarkan zakat dan sedekah akan bertambah miskin. Tuhan Maha Tahu, Kita berderma banyak kepada orang lain, maka Dia akan memberi kita lebih banyak lagi bahkan berlipat ganda dari arah dan jalan yang tidak pernah disangka-sangka. Yang ada bila kita banyak berderma maka kekayaan dan kesuksesan kita akan dilipatgandakan. Banyak berderma adalah salah satu bukti syukur kita kepada Tuhan.
4. Bergabunglah dengan orang yang berpikir dan bersikap positif
Bila Kita bercampur dengan tukang minyak wangi maka kita tidak mustahil juga ikut wangi. Bila kita bercampur dan berkumpul dengan orang yang optimis, berpikir positif, dan sukses maka kita juga tidak mustahil akan
mengikuti mereka yang sukses. Lingkungan sangat mempengaruhi dan membentuk pikiran kita. Sangat diajurkan kita bergaul dan hidup bersama orang-orang yang selalu berpikiran positif supaya kita juga tetap menatap ke depan dengan optimisme.
Sukses adalah harus optimis menjalani hidup ini ke depan. Sukses dalam bisnis kita senantiasa yakin dan percaya diri bahwa bisnis yang kita jalankan berprospektif cerah di masa yang akan datang. Jangan mundur menghadapi rintangan apa pun. Tataplah masa depan dengan keyakinan penuh bahwa bisnis ini berjalan dengan baik. Karena itu, kita penting mengasah optimisme kita itu dalam pelatihan atau dalam pendidikan yang berkelanjutan. Mulailah dari hal-hal kecil dengan sikap positif seperti saat bangun tidur, saat berjumpa teman, saat sakit menimpa, saat makan dan duduk. Biasakan berprasangka baik dengan teman, relasi atau siapa pun yang
baru kita jumpai.
11:04 Posted in Renungan, Tips | Permalink | Email this

