Saturday, 29 April 2006
Jangan Pernah Mengemis
Oleh: Muhammad Syu'bani
Aldakwah.org
Dari Abu Abdullah Az-Zubair bin Al-'Awwam ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: "Sungguh seandainya salah seorang diantara kalian megambil beberapa utas tali kemudian pergi ke gunung dan kembali dengan memikul kayu bakar dan menjualnya, kemudian dengan hasil itu Allah mencukupkan kebutuhan hidupmu, maka itu lebih baik daripada meminta-minta kepada sesama manusia, baik mereka membeli atau tidak." (diriwayatkan oleh Bukhari)
Dengan matan (redaksi) yang hampir sama, Abu Hurairah menceritakan bahwasanya Rasulullah saw bersabda: "Sungguh seandainya salah seorang diantara kalian mencari kayu bakar dan memikul ikatan kayu itu, maka itu lebih baik daripada meminta-minta kepada seseorang, baik orang itu memberinya atau pun tidak." (diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
Pada tulisan yang lalu telah dijelaskan bagaimana keutamaan berusaha/mencari rizqi dengan tangan sendiri, sampai-sampai para Nabi pun melakukannya. Kalau berusaha dengan tangan sendiri sedemikian itu keutamaan, maka begitu juga sebaliknya: meminta-minta rizqi dari orang lain mempunyai kedudukan yang rendah dan hina sekali dalam pandangan Islam.
Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya Allah swt bila menganugerahi keni'matan kepada seorang hamba, Ia senang melihat pengaruh adanya keni'matan tersebut. Dia benci sekali kepada orang yang sengsara yang senantiasa memperlihatkan kesengsaraannya. Dia juga sangat benci kepada peminta-minta yang tak henti-hentinya caranya meminta. Akan tetapi Dia sangat senang kepada orang yang berkehidupan deengan cara mulia dan tahu harga diri." (diriwayatkan oleh Bukhari)
Sedemikian itu pandangan Allah kepada orang yang senantiasa meminta-minta. Sampai-sampai demi menjaga ummatnya, Rasulullah saw melarang untuk sekedar mengharapkan pemberian dari orang lain.
Dari Salim Bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya dari Umara ra ia berkata, "Rasul saw memberi bagian dari sedekah kepada saya, tetapi saya menolaknya dan saya berkata: "Wahai Rasul, berikanlah kepada orang yan lebih memerlukan. "Beliau bersabda: "Terimalah, apabila harta itu mendatangimu, sedangkan kamu tidak mengharap-harapkan dan meminta, kemudian terserah kamu, boleh kamu makan atau kamu shadaqahkan. Dan yang tidak datang kepadamu janganlah kamu mengikuti hawa nafsumu untuk mendapatkannya! "Salim berkata: "Setelah itu, Abdullah tidak pernah meiminta sesuatupun pada orang lain dan tidak pernah menolak pemberian." (diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
Jangan sampai kita meminta pada orang lain, bahkan mengharapkan datangnya pemberian dari orang lain pun haruslah kita hindari. Pemberian itu sangat berat artinya. Orang yang meminta bila diberlakukan dengan baik maka ia merasa berhutang padanya dan ingin berbuat apa saja untuk memberi. Tapi bila tidak diberi, ia akan merasa sangat malu, hina, atau malah merasa benci serta iri terhadap orang yang dimintai tadi.
Allah 'Azza wa Jalla, Dzat yang telah memberikan hidup tentunya telah melengkapi ciptaanNya dengan modal untuk melangsungkan kehidupannya. Kita tentu ingat, bahwa setiap ni'mat haruslah kita syukuri dan pasti akan dimintai pertanggungan jawab kelak di yaumil hisab. Perwujudan rasa syukur dari 'kelengkapan hidup' tersebut adalah dengan menggunakannya sesuai dengan fungsinya, diantaranya dengan berusaha mencari rizqi Allah. Orang yang meminta-minta padahal dia masih mampu untuk berusaha sendiri dapatlah dikatakan bahwa dia tidak mensyukuri kemi'matan yang berupa kelengkapan tubuh, energi, dan kesempatan yang diberikan Sang Pencipta, karena tidak menggunakannya sesuai dengan fungsinya.
Di sinilah letak ketidaksesuaian dengan akhlaq dan kepribadian orang beriman, dimana Rasulullah menjelaskan bahwa bekerja itu lebih baik daripada meinta-minta. Sangat indah beliau memberikan perumpamaan yang begitu kontras. Kebanyakan orang memandang bahwa pergi ke hutan dengan membawa tali untuk mencari keyu bakar adalah suatu pekerjaan yang hina dan kasar. Berapalah harganya nanti jika dijual di pasar, tidak sesuai dengan perahan keringat yang dikeluarkannya. Namun menurut Rasul itu lebih baik daripada meminta-minta, meskipun dia banyak memperoleh hasil dan tentu tidak mengeluarkan tenaga yang banyak. Bekerja adalah kebaikan meski sekasar apapun, sebaliknya meminta-minta adalah suatu kehinaan.
Apa yang dituntunkan Rasul saw tersebut rupanya menjadi suatu hal yang (agak-agak) sulit untuk kita implementasikan pada kehidupan kita saat ini. Nyatanya tangan kita masih lebih enak di bawah daripada di atas, dalam hal-hal yang kecil sekalipun kita masih enggan untuk mengeluarkannya. Masya Allah, satu kenyataan bahwasanya kita belum bisa menjga hati untuk tidak mengharapkan pemberian dari orang lain.
Ditarik lebih luas, kita sekarang justru 'ngemis-ngemis' minta utangan dari orang lain. Padahal kita sadar bahwa itu semua malah akan memperparah kondisi kita, menimbulkan ketergantungan pada orang lain sehingga kita mudah untuk disetir. Kalau sudah demikian, hilanglah kemandirian kita, hilang pula kebebasan untuk menjadi diri sendiri.
Hadits di atas memotivasi kita untuk mencari rizqi meski dengan cara yang hina/kasar sekalipun menurut pandangan manusia, asalkan masih dalam koridor syar'i, serta menanamkan rasa risih untuk mengemis, memberikan kiat untuk menjaga kemuliaan dan mencegah dari kenistaan. Bukankah Allah telah meninggikan derajat kita, orang-orang mu'min.
Sudah saatnya kita bangkit dari ketergantungan kepada orang lain. "... padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi RasulNya, dan bagi orang-orang mu'min." (Al-Munafiqun: 8) Tiada daya dan kekuatan melainkan dari Allah, kita mohonkan petunjuk dan kekuatan dari Dzat Yang Maha Gagah.
14:39 Posted in Renungan | Permalink | Email this
Thursday, 27 April 2006
Ketika Kuncup Luruh Terpecik Nila
Oleh: Hani Darmawan
AlDakwah.org
Ahmad terduduk luruh seluruh tulangnya serasa lepas dari raganya. Tidak satu katapun dapat terucap dari bibirnya. Ia hanya mengeleng pelan ketika mas Iwan , kakak iparnya menanyakan tentang proses pemakaman. Ia mengangguk mengiyakan semua kata-kata mas Iwan tanpa memikirkan lagi.
Sejuta rasa sesal menikam dan menusuk jiwanya.Tiga tahun bukan waktu sebentar untuk menunggu kehadiran makhluk mungil yang lucu dan lembut itu untuk mengisi hari-harinya bersama Tiara.
Terbayang jelas di ingatannya bagaimana hari-hari selama hampir delapan bulan ini ia isi dengan penuh semangat dan harapan .Bagaimana ia dengan ikhlas membuatkan segelas susu untuk Tiara setiap pagi dan sorenya, bagaimana ketika ia mengelus-elus perut Tiara yang semakin membesar dan merasakan tendangan-tendangan kecil dari dalam perut Tiara.
Rasanya ia tak sabar untuk segera mengendong bayi mungilnya setiap kali ia mendengarkan detak jantung dan melihat gerak makhluk mungil itu setiap Tiara periksa USG.
Bagaimana rewelnya ia ketika memilihkan perlengkapan bayi , rasanya ia yang cerewet dalam hal ini di banding Tiara.
“Jangan berlebihan mas, sesuai ukuran kita saja.” Tiara menginggatkan Ahmad saat Ahmad ngotot memilih kereta bayi yang lebih mahal.
“The best buat adek ya..?” jawab Ahmad sembari mengelus perut Tiara.Kalau tak ingat ini ditoko, ingin rasanya ia menempelkan telinganya diperut Tiara untuk mendengar ‘jawaban’ dari calon anaknya itu.
Tia hanya dapat menghela napas.”Ingat budget mas..”
”Itu bisa diatur” jawab Ahmad santai sambil berjalan kearah box bayi yang cantik itu meski diikuti dengan harga yang aduhai.
Rasanya Ahmad sanggup bekerja lebih keras lagi agar bisa memberikan yang terbaik saat si kecil itu lahir. Ia ingin semua sudah tersedia dan sebagus mungkin.
Tapi sekeras apapun ia bekerja rasanya belum menjangkau impiannya untuk dapat menyediakan istana mungil nan cantik bagi bayi mungilnya nanti.
Rumah, ya rumah yang ia tempati rasanya kurang pantas untuk menyambut kedatangan buah hatinya,Rumah itu masih orisinil seperti saat ia beli dulu dari developer.Kamar buat sikecil akan pengap rasanya kalau tidak diganti desain interiornya.Dan lagi, dimana nanti pengasuh si kecil akan tidur? Rumah ini hanya punya dua kamar yang tidak begitu luas, kasihan buah hatinya nanti jika harus tidur dikamar sekecil itu.
“Nggak usah pake pengasuh mas, saya kan dirumah. Ibu baru akan pulang kesolo kalau saya sudah pulih mas, jadi nggak perlu pengasuh , apalagi renovasi rumah. kita kan hanya cukup untuk persiapan melahirkan mas, bukan untuk renovasi rumah. Lagipula bikin kamar lagi diatas kan nggak cukup sepuluh juta kan mas.” Ucap Tiara mengingatkannya.
“Ya…” balas Ahmad pelan sambil mengenggam tangan Tiara. Ia merasa tak berdaya tak dapat memberikan yang terbaik buat istri dan anak yang sudah lama mereka nanti-nantikan.
Ahmad tahu benar bagaimana usaha Tiara agar dapat hamil. Dari mulai konsultasi ke dokter ahli, pijat, minum ramuan tradisional sampai melepas kariernya yang sebenarnya harus Ahmad akui; lebih menjanjikan daripada Ahmad sendiri.
“Nggak pa-pa aku berhenti sekarang mas, kata dokter mungkin karena aku terlalu capai jadi belum hamil. Lagipula nanti toh aku berhenti juga untuk mengurus anak kita .” papar Tiara ketika Ahmad menyangsikan keputusannya untuk berhenti. Ahmad tahu; pekerjaan Tiara telah mendarah daging baginya, karena sesungguhnya ia adalah seorang workaholic.
Tapi Ahmad punya keinginan lain dan rasanya akan segera terwujud. Pagi ini rasanya semakin dekat saja bayangan sebuah rumah mungil nan cantik dengan sebuah kamar berinterior indah ,nuansa lembut untuk anak-anak dan dilengkapi peralatan bayi yang bermutu tentunya.
Ia juga akan menyiapkan pengasuh si kecil agar Tiara tidak terlalu capai dan si kecil dapat optiomal terawat dan terawasi.
“Terimakasih banyak pak. Bagaimana , diskon yang dua setengah persen itu bapak inginkan dalam bentuk cek atau tunai?” Pria berkepala botak itu menyalami tangan Ahmad sambil memamerkan senyumnya yang dalam pandangan Ahmad terkesan seperti penjilat.Tapi biarlah, apa bedanya dengan dirinya saat ini ?
“Tunai saja, besok di bank .”
“Haiyaa..,saya mengerti.Tunai tentunya.” Kembali ia memamerkan senyumnya yang bagi Ahmad terasa seperti melecehkan.Tentu saja tunai lebih aman, tak ada jejak transfer.
Sekarang uang sebesar seratus dua belas juta lebih masuk kantongnya ! Itu bukan jumlah sedikit ! Dan itu cukup untuk mewujudkan harapannya untuk menyambut sikecil.
Tiara menolak mentah-mentah ketika Ahmad mengajaknya ‘mengungsi’ sementara waktu kerumah orangtua Ahmad .
“Darimana mas dapat uang untuk renovasi rumah ini?” suara halus Tiara terdengar tajam di telinga Ahmad .Tiara tahu saat ini Ahmad sedang mengerjakan proyek dikantornya, pembelian alat-alat itu dalam jumlah yang tidak sedikit dan siapa saja bisa bermain di situ untuk mendapat ‘cipratan’, dan Tiara tak mau Ahmad terjebak disana.
“Aku pinjam kok, lagian bentar lagi dapat bonus, mungkin tiga setengah kali gaji.” Lidah Ahmad sebenarnya terasa kelu ketika mengucapkan kalimat itu. Bonus darimana? Perusahaannya mana mau memberikan bonus sebesar itu, paling banter satu kali gaji. Selama menikah baru kali ini Ahmad membohongi Tiara, dan itu disusul kebohongan-kebohongan selanjutnya.Duh.!
“Benar ya mas, tolong hati-hati dengan rejeki yang kita makan, terlebih sebentar lagi saya akan melahirkan sikecil ini. Jangan main-main mas, dua nyawa yang mas pertaruhkan .” Ahmad hanya mengangguk tak kuasa menjawab yang berarti hanya berbohong lagi.
Dari dalam mobil Ahmad dengan puas memandangi rumah mungilnya yang bertingkat dua , cantik.Dan bagian paling indah itu ada di kamar bayi ia desain dengan nuansa lembut nan cantik dan diisi oleh furniture bayi kelas satu.
“Ah, mustinya mobil ini juga harus ganti, kasihan nanti buah hatinya jika harus naik mobil tua ini.” Batin Ahmad sembari tersenyum membayangkan Tiara duduk disampingnya memangku sikecil yang berceloteh lucu.Dalam mobil yang layak dan berAC tentunya.
“Masih cukup.” Gumam Ahmad setelah menghitung dalam hati sisa uangnya ditambah penjualan mobil ini, masih cukup untuk membeli sebuah sedan bekas tahun 90 an.
Namun bayangan indah itu tiba-tiba tertutup mendung sehinga menjadi suram. Entah karena apa Tiara pendarahan .Solusio plasenta!
Penjelasan dokter hanya menambah Ahmad bingung, rasanya ia dan Tiara telah amat hati-hati menjaga kehamilan Tiara, kenapa bisa solusio plasenta , yang kata dokter disebabkan benturan keras diperutnya atau karena kondisi kesehatan yang buruk.
“Ibu pernah jatuh?” tanya dokter itu itu setelah tahu Tiara tak bekerja.Tiara mengeleng.
“Mungkin saja ibu kena tendangan bapak sewaktu tidur, tak sengaja tentunya.”komentar dokter itu seenaknya. Saat itu Ahmad mulai merasa panas hatinya. Dokter sok tahu!Seenaknya saja ngomong, padahal kalau ia tidur seperti batang kayu, tak bergerak-gerak, anteng!
“Suami saya anteng kok dok kalau tidur, rasanya tak mungkin ia menyepak saya , lagipula masak sih saya tak merasa kalau tersepak? Pasti saya sudah teriak dok..” Tiara segera mencairkan suasana karena ia merasa pasti Ahmad sudah kesal.
Dan setelah berpikir beberapa saat, dokter itu kembali memberikan komentar yang seenak perutnya , menurut Ahmad.
“Pak, Bu, kalau begitu sebaiknya bapak ‘puasa’ dulu, kasihan bayinya kalau masih pendarahan lagi harus dikeluarkan, padahal baru tigapuluh dua minggu, paru-parunya belum matang.” Ucapnya dengan kalem.
“Dokter sok tahu.!Kalau bukan perempuan sudah kumaki dia.!” Ahmad tak tahan menahan emosinya begitu tiba di kamar dimana Tiara harus menjalani bedrest di Rumah Sakit ini..Apa dia nggak tahu kalau Ahmad udah puasa dari kandungan Tiara enam bulan?Dan itu bukan hal hal yang mudah bagi lelaki normal seumurnya, tapi demi Tiara dan calon anaknya, apapun Ahmad mau melakukan.Tapi dokter itu seenaknya saja komentar.!
“Sudahlah mas, dokternya kan Cuma menganalisa dan kasih masukan buat kita. Jangan emosi gitu dong, ntar anaknya ketularan lho..” seperti biasanya Tiara segera meredam emosi Ahmad. Dan seperti biasanya pula Ahmad akan segera luruh emosinya jika menghadapi senyum manis Tiara untuknya yang penuh ketulusan itu.
Tiara harus bedrest untuk menyelamatkan bayinya agar bertahan sampai paling tidak tiga puluh lima minggu.Selama itu Ahmad rela melayani Tiara yang harus benar-benar total ditempat tidur.Bagaimanapun ia tak ingin kehilangan si kecil yang sudah lama mereka nantikan kehadirannya.
Tapi sekuat apapun keinginan dan usaha manusia, masih ada yang lebih kuat diatas segalanya. Tiara memandang dengan wajah pucat kearah Ahmad yang senantiasa setia menungguinya. Pandangan mata Tiara berpindah-pindah dari mata Ahmad ke arah perutnya yang ia pegangi.
“Kenapa? Sakit?” tanya Ahmad dengan bingung dan ikut-ikutan memegang perut Tiara.
Tiara hanya mengeleng dan membisu, tapi dari matanya mengalir butiran air bening menuruni pipinya yang pucat. Setelah menarik napas panjang ia istigfar berkali-kali, dan setelah dapat menguasai dirinya, ia berkata lirih.
“Rasanya dia sudah nggak bergerak mas.” Meski suara Tiara terdengar lirih dan tenang tapi bagaikan petir di telinga Ahmad.
Dengan panik Ahmad memanggil dokter yang segera memeriksa Tiara. Dan terpaksa Tiara harus menjalani operasi Caesar untuk menyelamatkan jiwanya. Tiara selamat, tapi bayi itu sudah dipanggil Alloh SWT beberapa saat sebelum Tiara merasakan bahwa sudah tidak ada gerakan lagi di perutnya.
Ahmad merasa seakan terhempas ke jurang yang tak berdasar, sakit yang belum pernah ia rasa sebelumnya. Bayangan peristiwa silih berganti bermain di pelupuk matanya. Kamar yang cantik serta segala sesuatu yang ada di dalamnya yang telah ia siapkan untuk buah hati tersayang.
Tapi yang menusuk hatinya ketika teringat ekspresi wajah Tiara saat mengingatkannya tentang dana renovasi rumah. ”Jangan main-main mas, dua nyawa yang mas pertaruhkan.” Kata-kata itu masih tergiang di telinga Ahmad.
***********************************
Ahmad menoleh dengan malas saat Iwan menepuk pelan pundaknya. ”Telepon dari Tiara di Rumah Sakit.” Bisik Iwan sembari menyodorkan handphonenya kepada Ahmad. Ahmad memang sengaja mematikan handphonenya, rasanya ia ingin pergi kesuatu tempat dimana ia bisa sendirian merenungi kepiluan hatinya dan rasa penyesalannya.
“Assalamua’llaikum..”suara Tiara pelan terdengar tapi tenang.
Tiba-tiba Ahmad merasa malu sendiri. Bagaimana mungkin ia malah melarikan diri merenungi kesedihannya dengan melupakan Tiara? Padahal Tiara pasti lebih merasa kehilangan dibandingkan dia. Tiara yang mengandung bayi itu selama delapan bulan , merasakan tendangan-tendangannya dan membawa kemanapun ia pergi.
“Mas, sudahlah. Alloh telah memanggilnya, ia milik Alloh, kita hanya dititipi. Pasti Alloh punya rencana lain yang lebih baik untuk kita. Insya Alloh ini yang terbaik mas.” Suara Tiara meski tenang tapi terkandung air mata disana, tapi ternyata ia lebih tegar.
“Tolong mas ikhlaskan dia. Dia memang anak kita, tapi Alloh pemiliknya. Saya hanya bisa mendoakan dari sini.” Tiara mengakhiri teleponnya dengan salam setelah tak mendengar sepatah kata pun dari mulut Ahmad.
“Wa’allaikumsalam…”jawab Ahmad setelah tersadar dari lamunannya. Entah Tiara msaih mendengar salamnya atau tidak.
Tapi sebuah kesadaran kini muncul dalam diri Ahmad. Ia harus kuat dan ikhlas! Mungkin inilah cara Alloh menegurnya dan menyelamatkan anaknya agar tak menikmati hasil tak halal dari bapaknya. Mungkin juga anaknya enggan tinggal dan menikmati rumah serta kamarnya yang indah tapi ada belepotan noda disana sini.
Ahmad beristiqfar beberapa kali sebelum akhirnya bangkit berdiri untuk ikut mengurus pemakaman putrinya yang akhirnya ia berikan nama ‘Safa Fitria’.Karena ia bersih, suci dan putih.
*************
Ahmad memandangi rumah mungil bertingkat dua yang cantik itu sambil tersenyum , ikhlas dan lega. Meski rumah itu sudah bukan lagi miliknya, tapi ia lega dapat mengembalikan uang dua setengah persen potongan harga peralatan yang ia beli untuk kantornya.Ahmad hanya tersenyum dan tak berkata sepatah katapun ketika manajernya memandangnya dengan wajah penuh tanya sambil memegang cek sebesar seratus duabelas juta lebih itu.
“Maaf pak, tolong bapak tanda tangani surat ini.” Ahmad menyodorkan surat bukti penyerahan cek itu pada manajernya, yang kemudian menandatanginya dengan penuh rasa heran. Diam-diam sebuah rasa malu dan sesal menyelimuti hatinya. Entah berapa kali berapa persen diskon yang pembelian peralatan atau sub kontrak proyek yang telah masuk ke rekeningnya?
Ahmad menstater mobil tuanya sambil melambai kearah rumah mungilnya yang cantik. ”Masih belum ikhlas mas? Goda Tiara yang duduk disampingnya.
“Masak Cuma melambai juga nggak boleh? “ Ahmad menoleh kearah Tiara dengan wajah memelas. Tiara tertawa melihat ekspresi wajah Ahmad yang seperti anak kecil dimarahi ibunya .
Mobil Ahmad melaju menuju rumah baru mereka yang ‘kembali’ sederhana. Tapi disana ada harapan terajut rapi akan hadirnya kuncup didalamnya yang akan tersirami dengan rejeki tanpa percikan nila meski tak sampai setetes.
08:28 Posted in Berita | Permalink | Email this
Wednesday, 26 April 2006
Alkisah ...
di sebuah perusahaan besar di kawasan Keprabon, tengah melakukan beberapa tes wawancara untuk "*tidak*" menerima calon karyawan baru, tentu saja salah satu prasyaratnya adalah harus berbahasa EJD (Ejaan Jawa yg nDaksempurna)..
G : Kowe nduwe omah opo ora.....? [kamu sudah punya rumah atau belum?]
A : dereng.... [belum..... ]
G : Wah kowe ora iso ketompo nang kene [wah..kamu ndak bisa ketrima di sini ]
a : Lho kok ngaten........? [lho kok begitu...??? ]
G : Mengko kowe mesthi ngajukne utang nang perusahaan. [Nanti kamu pasti ngajuin utang ke perusahaan... ]
a : Ah.. mboten kok, Sak janipun tiyang sepuh kulo niku sampun sugih. [ah...ndak kok, sebenernya orang tua saya sudah kaya raya.... ]
G : Yo malah ora ketompo ..... [ooo malah ndak ketrima... ]
a : Lho kok ngaten.....? [lho kok begitu....?]
G : Mengko kowe kerjo mung nggo hiburan, nongkrang nongkrong ae. [Nanti kamu kerja cuman buat hiburan, cuman nongkrang-nongkrok thok... #@*!]
G : Kowé wis lulus sarjana tenan.....? [Bener kamu udah lulus sarjana?]
c : sampun pak.... [Sudah, Pak.... ]
G : Ora ketompo, kéné iki golék sing SMA aé, luwih manutan lan bén mbayaré murah [gak diterima, di sini cari yang cuman lulusan SMA aja, lebih nurut dan biar bayarnya murah.... ]
c : Sak janipun kulo tasih badhe skripsi... [sebenernya saya masih belum kelar skripsi... ]
G : Malah ora ketompo..... [lebih ndak diterima...]
c : Lho kados pundi to....? [lha gimana sih......?]
G : Mengko kowé kerjo mung ngetik skripsi, lék wis lulus mesti golék kerjo neng perusahaan liyo. [Nanti kamu kerja cuman ngetik skripsi, dan nanti kalo udah lulus pasti nyari kerja di tempat laen.........]
G : Kowé mau mréné numpak opo ? [Tadi dateng ke sini naek apa?]
e : Nitih mobil ... [Naik mobil...]
G : Kowé ora ketompo... [Kamu ndak diterima...]
e : Sebabipun ?.... [sebabnya ?...]
G : Saiki BBM mundhak terus, mengko kowé njaluk mundhak bayar terus... [Sekarang BBM naik terus, nanti kamu minta naek gaji terus..]
e : Wo, kulo wau namung mboncèng, kok .... [Wo.. tadi saya cuman ngikut temen, kok...]
G : Tambah ora ketompo... [makin ndak diterima... ]
e : Lho, lha kok ... ? [Lho, lha kok...?]
G : Mengko mung gawéné mboncéng mobil kantor. Ngrusuhi ! [Nanti cuman bisanya ngikut mobil kantor.... Ngerepotin! *&$@! ]
G : Anakmu akèh opo sithik ? [Anakmu banyak apa sedikit?]
f : Kathah pak [banyak, Pak...]
G : Kowé ora ketompo [Kamu ndak diterima..]
f : Sebabipun ? [Sebabnya..?]
G : Nyambut gawemu ora jenjem, mung mikir gawe uanaaaaaak terus... [Kamu kerja ndak konsen, cuman mikirin bikin anak meluluu.....]
f : Lha wong namung anak adopsi, kok. [Lha wong cuman anak adopsi, kok...]
G : Tambah ora ketompo [Makin ndak diterima....]
f : Lho, lha kok ... ? [Lho, lha kok...?]
G : Gawé anak baé aras2en, opo manèh nyambut gawé [Bikin anak aja males, apalagi kerja.....]
G : Kowé kerep loro ? [Kamu sering sakit?]
m : Mboten [Tidak ]
G : Kowé ora ketompo [kamu ndak diterima ]
m : Sebabipun ? [Sebabnya?]
G : Mesthi kerep mbolos, wong arang2 gering [Pasti bakal sering bolos, lha wong jarang sakit...]
m : Wah, sakjanipun nggih asring [Ya..sebenernya ya sering...]
G : Tambah ora ketompo [Makin ndak diterima....]
m : Lho, lha kok ... ? [Lho..?]
G : Kantor iki ora nompo karyawan pileren [di sini ndak mempekerjakan karyawan penyakitan....]
08:51 Posted in Refreshing | Permalink | Email this
Tuesday, 25 April 2006
Do'a Kesembuhan/Kesehatan Diri
Allahumma 'aafinii fii badanii. Allaahuma 'aafinii fi sam'ii. Allaahumma 'aafinii fii basharii. Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqri. Allahumma innii a'uudzu bika min 'adzaabil qabri laa illaaha illaa anta.
Artinya : Ya Allah, sembuhkanlah badanku. Ya Allah, sembuhkanlah pendengaranku. Ya Allah sembuhkanlah penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Tuhan selain-Mu. (HR. Abu Daud)
13:35 Posted in Doa | Permalink | Email this
Monday, 24 April 2006
Do'a Menolak Bencana
Laa ilaaha illalaahul kariimul 'azhiimu. Subhaanahu tabaarakalaahu rabbul 'arsyil 'azhiimi. Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiina. Allaahumma rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban naari.
Artinya : Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung. Maha Suci Dia, Maha Berkat Allah Tuhannya 'arasy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. (HR. Nasa'i)
Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka. (HR. Bukhari dan Muslim)
08:15 Posted in Doa | Permalink | Email this
Friday, 21 April 2006
Saat pergeseran budaya terjadi ..........
PERNIKAHAN, Wanita.
Jaman dahulu, wanita berusia 25th. kebanyakan dari mereka sudah memiliki dua orang anak, yang sulung kelas 1 SD dan adiknya masuk TK kecil, itu artinya wanita tadi menikah pada usia muda 19-20 th.
Kemudian terjadilah pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat, sehingga pada jaman berikutnya...
Wanita berusia 25th. kebanyakan dari mereka sudah memiliki satu orang anak, ada yang baru saja lahir atau bahkan ada yang sedang hamil anak pertama, itu artinya wanita tadi menikah pada usia 23-24 th.
Kemudian terjadi lagi pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat, sehingga pada jaman berikutnya...
Wanita berusia 25th. ada banyak juga dari mereka sudah memiliki satu orang anak, ada yang baru saja lahir atau bahkan ada yang sedang hamil anak pertama, tapi wanita itu baru saja memikirkan akan menikahi ayah dari anaknya.
PERNIKAHAN, Pria.
Jaman dahulu, pria berusia 35th. kebanyakan dari mereka sudah memiliki tiga orang anak dan dua orang istri, yang sulung dan adiknya adalah hasil dari istri pertama, yang bungsu hasil dari istri kedua.
Kemudian terjadilah pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat, sehingga pada jaman berikutnya...
Pria berusia 35th. kebanyakan dari mereka sudah memiliki tiga orang anak, dan seorang istri serta pacar gelap, ketiga anaknya adalah hasil dari seorang istrinya sedangkan dari pacarnya diusahakan agar tidak sampai punya anak.
Kemudian terjadi lagi pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat, sehingga pada jaman berikutnya...
Pria berusia 35th. ada beberapa dari mereka sudah memiliki tiga orang anak dan dua atau tiga orang pacar
terang-terangan, ketiga anaknya adalah hasil dari pacar-pacarnya, dan pria itu belum pernah memikirkan akan menikahi pacar-pacarnya.
MALAM PENGANTIN , Mempelai Wanita.
Jaman dulu, mempelai wanita memasuki kamar pengantinnya masih mengenakan gaun pengantinnya lengkap, dan menuju ranjang pengantin kemudian tiduran telungkup dengan perasaan harap-harap cemas, was-was, deg-degan dan tubuh panas-dingin, tanpa suara menunggu mempelai prianya berbuat sesuatu.
Kemudian terjadilah pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat, sehingga pada jaman berikutnya...
Mempelai wanita memasuki kamar pengantinnya sudah dengan gaun tidur lumayan tipis dengan bagian dada
rendah serta lumayan pendek sebatas pangkal paha lalu menuju ranjang pengantin kemudian tiduran miring
membelakangi mempelai prianya sambil berkata lirih:
"f*** me if you can".
Kemudian terjadi lagi pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat, sehingga pada jaman berikutnya...
Mempelai wanita memasuki kamar pengantinnya sudah tanpa sehelai benangpun lalu menuju ranjang pengantin,
kemudian tiduran telentang sambil berkata lantang:
"mas...jangan seperti yang sudah-sudah ya, cuma tahan 10 menitan, gw baru aja on, kamu sudah selesai, beda banget sama mantan pacar gw dulu yang sanggup dari bedug magrib sampai azan subuh".
MALAM PENGANTIN , Mempelai Pria.
Jaman dulu, mempelai pria memasuki kamar pengantin masih mengenakan gaun pengantinnya lengkap, dan menuju
ranjang pengantin, dimana sudah tergolek mempelai wanita yang tidak kalah lengkap gaun pengantinnya, kemudian pria tersebut mulai satu persatu melucuti pakaiannya sendiri, dan pada saat melepaskan bagian terakhir dari busana mempelai wanita, terdengar adzan subuh berkumandang.
Kemudian terjadilah pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat, sehingga pada jaman berikutnya...
Mempelai pria memasuki kamar pengantinnya hanya dengan kaus singlet dan celana pendek lalu menuju ranjang
pengantin yang sudah tergolek mempelai wanita dengan gaun tidur lumayan tipis, sambil bibirnya terus menghisap rokok, butuh waktu satu-dua jam untuk untuk terus merokok dan merokok sampai akhirnya baru bisa memulai tanpa foreplay, selesai dalam 10 menitan.
Kemudian terjadi lagi pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat, sehingga pada jaman berikutnya...
Mempelai pria memasuki kamar pengantinnya sudah tanpa sehelai benangpun lalu menuju ranjang pengantin yang
sudah tergolek mempelai wanita, sambil menggengam dompet yang kemudian dilemparkannya kearah mempelai
wanita seraya berkata lantang: "kamu boleh ambil semua isi dompet itu, gw cuma pengen telentang... kamu yang
'kerja' diatas.
13:07 Posted in Cerita | Permalink | Email this
Wednesday, 19 April 2006
Jonathan Arnold : Dari 'Belenggu Salib' Menuju 'Keteduhan Islam'
Kisah berikut adalah kisah seorang mu'alaf dari kota Malang mantan Pendeta Militan pelaku Pemurtadan yang banyak mengandung pelajaran berharga dan bahan renungan bagi kita bersama, berikut ini penuturannya.
Saya dilahirkan 14-Juli 1943 di kota Malang Jawa Timur, hari Minggu pukul 09 00 WIB saat lagu kidung suci dikumandangkan di Gereja. Ayah saya seorang militer AD yang ditokohkan dan disegani oleh warga Kristiani (Protestan). Hidup dalam kedisiplinan yang tinggi adalah ciri keluarga kami. Sebagai seorang anggota militer, ayah saya telah menerapkan kedisiplinan yang tinggi dalam kehidupan kami dan sebagai seorang Kristiani yang ditokohkan, maka ayah saya termasuk yang sangat tidak bersahabat dengan umat Islam. Saya masih ingat betapa hebatnya orang tua menanamkan kebencian-kebencian dalam hati saya terhadap Islam. Menurut penuturan ibu,
hal itu bermula dari tingkah laku oknum-oknum orang Islam yang banyak membikin sakit hati ayah. Itulah sebabnya saya dilarang bergaul dengan mereka dan selalu diawasi dengan ketat.
Pada usia tiga bulan saya di babtis di gereja GPI Malang dengan nama Jonathan Arnold. Tiga tahun kemudian saya mulai sekolah di sekolah Minggu (Zondaag School) di gereja, sampai kemudian melanjutkan ke SMP dan SLTA
Kristen.
1. Menjadi Pengkabar Injil
Kelebihan-kelebihan saya dalam sastra, kelancaran lidah saya dalam menyampaikan nas-nas suci BIBLE, ditunjang dengan keberanian dan penampilan saya yang meyakinkan, maka beberapa sesepuh Gereja menyatakan bahwa saya
cocok sekali untuk menjadi pengkabar Injil. Inilah alasan ayah saya mengirim saya ke sekolah Theologia di kota Batu-Malang. Nilai akhir yang gemilang dan suksesnya theater yang saya tangani, para pendeta dan tokoh gereja mendesak orang tua saya agar mau mengirimkan saya ke Universitas Leiden-Belanda.
Perjalanan ke negeri Kincir Angin saya lewati dengan mulus, saya memilih jurusan Pekabaran Injil dan filosofia, prinsip mata kuliahnya tidak jauh berbeda dengan yang saya terima di STI Batu-Malang.
Setelah lulus dari Belanda, saya diangkat menjadi pendeta di kabupaten Lumajang pada akhir tahun 1967, saya langsung membentuk misi pengkabaran yang sering dikenal dengan istilah kristenisasi, apa yang saya lakukan ini
bukanlah hal yang baru. Hal ini telah dilakukan sejak zaman Belanda.
2. Perjalanan hidupku sebagai penginjil
Saya susun personil-personil yang cukup terlatih, terampil dan mau bekerja untuk Tuhan, ramah tamah, murah senyum dan tak kalah pentingnya bekal yang harus dimiliki anggota misi adalah sabar dan tahan pukul.
Karena tugas meraka memang sangat berat. Mereka harus berani menyampaikan berita dari Allah dengan 'door to door system', Semua harus dilaksanakan dengan iklash, bersih hati dan senang. Karena Tuhan Yesus ( padahal
Yudas-lah yang memanggul salib) telah rela memanggul salib sengsaranya yang cukup jauh. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk berberat hati.
3. Mencari kelemahan orang Islam
Sebelum operasi benar-benar mulai, saya tebarkan anggota misi untuk meneliti dari dekat kehidupan orang-orang muslim. Ternyata ada 3 kelemahan :
Pertama, Banyak orang Islam yang ikut-ikutan, Islamnya hanya Islam KTP dan tidak paham tentang Islam.
Kedua, seringkali terjadi perpecahan antar umat Islam.
Ketiga, banyak umat Islam yang serakah, tamak, bakhil tidak mau menolong fakir miskin dan yatim piatu. Dengan tiga faktor ini saya mulai misi, darah militer orang tua rupanya mengalir dalam tubuh saya, seperti seorang jendral
mengatur pasukan tempur, saya sebar anggota saya ke daerah-daerah terpencil berpendidikan rendah dan berekonomi rendah.
4. Strategi memurtadkan orang Islam
Saya menyebut misi ini dengan sebutan 'Operasi Simpati', yaitu agar memperoleh simpati orang-orang Islam dengan jalan menolong fakir miskin. Dana yang kami peroleh cukup besar, karena di samping bersumber dari jemaat
sendiri juga dari luar negeri seperti : Belanda, Amerika dan Australia. Saya juga berpesan kepada anggota misi agar segala sesuatunya tidak berkesan menarik orang masuk Kristen. Yang kesulitan biaya untuk sekolah di beri bea
siswa, yang sakit diberi obat-obatan, yang susah dihibur, yang lapar diberi makan, yang lemah ekonomi diberi modal, bahkan yang keluarganya matipun ditolong dalam biaya dan pelaksanaan pemakaman, maka operasi simpati ini
tampak dari luar sebagai operasi kemanusiaan, sehingga orang Islam banyak yang tertarik masuk Kristen tanpa dipaksa.
Hasilnya sangat mengagumkan, dalam waktu singkat dapat memurtadkan hampir 1000 orang. Namun saya belum puas dengan hasil ini, saya meragukan kemurtadan mereka, apakah karena ekonomi atau benar-benar iklash masuk
Kristen. Maka saya bikin formula baru yaitu saya kembangkan pergaulan bebas muda-mudi ala barat, saya kenalkan valentine day, pakaian dan kesenian barat kebudayaan hingga olahraga dan kegiatan-kegiatan lainnya yang mencuri
waktu sholat hingga banyak anak-anak tidak sholat dan mengaji, padahal hal tersebut sebelumnya telah menjadi budaya umat Islam.
5. Usaha saya melemahkan pondok pesantren
Penyusunan sistem, metode, personil untuk pelayanan pekerjaan Tuhan juga telah saya persiapkan sangat matang, bahkan gerejapun sudah saya dirikan lengkap dengan sekedul kegiatannya. Dalam perjalan-an pengkabaran Injil ke
daerah Jember saya rencanakan hendak melemahkan pondok-pondok pesantren, terutama pondok pesantren Kyai Haji Ahmad Shiddiq". Di sinilah saya bertemu dengan gadis berkerudung putih, pertemuan yang kemudian membuahkan pernikahan antara pendeta dan gadis muslimah. Saya dapat menikahinya karena berpura-pura telah masuk Islam dengan surat palsu yang saya bikin di penghulu Jatiroto.
Rumah tangga berjalan aman hanya beberapa hari saja. Sebab masing-masing punya akidah yang tidak bisa dipertemukan, kebencian saya terhadap Islam makin lama semakin tidak bisa ditutup-tutupi, terjadilah pertengkaran demi pertengkaran dan setiap kali saya marah, istri saya tidak pernah melawan, yang dilakukannya yaitu langsung shalat dan baca Al-Qur'an. Dari sinilah timbul keinginan saya yang makin lama makin keras untuk mengetahui kandungan Al-Qur'an, maka saya pinjam AL-Qur'an yang ada terjemahannya terbitan dari DEPAG.
5. Hatiku mulai mendapat petunjuk
Terus terang saya belum pernah membaca Al-Qur'an, kalau membuanghampir tiap hari, pada suatu malam terjadilah sesuatu yang aneh, saat semuaorang tidur nyenyak, sepi dan hening, Al-Qur'an saya buka dan seluruh tubuhsaya seolah gemetar semua, ketika saya buka persis pada halaman yangditandai benang pembatas yaitu surat Ar-Rahman, saya terpana dengankeindahan bahasa Al-Qur'an yang di ulang-ulang walau kalimatnya sederhana Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan".
Begitu juga dengan sifat Tuhan dalam Al-Qur'an, Tuhan itu Esa adanya, iniberarti tidak boleh ada alternatif lain selain Allah SWT. Berbeda dengan Alkitab yang menyatakan Tuhan itu tiga yang amat tidak logis, apalagi doktrin Tuhan trinitas tersebut baru ada 325 tahun setelah Yesus diangkat kelangit. Al-Qur'an mengisahkan Allah itu kekal, yang membedakan antara mahluk dengan Tuhan, tetapi dalam Alkitab dikisahkan Tuhan telah mati disalib dan Tuhan dikisahkan kalah berkelahi dengan a'kub. Masih banyakhal-hal logis yang tidak saya jumpai dalam Alkitab yang membuat imanku mulai goyang.
Besok harinya, tiba-tiba istri saya sudah siap untuk minta dipulangkan keorang tuanya. "Kamu harus tetap tinggal di rumah ini bersama saya "kata-kataku memulai dan dia menatapku dengan tajam. "sampai perasaanku hancur...sampai imanku hancur..??" tanyanya. "..Tidak..!!, aku tidak akan berbuat sekasar itu lagi terhadapmu, aku berjanji didepan Tuhan, kau bebas dengan agamamu, bahkan kau bebas membaca kitab sucimu. Tadi malam kitab itu telah aku baca, isinya luar biasa dan benar mutlak. Tapi maaf...aku masih belum yakin, bahwa Islam agama yang benar, aku akan menyelidiki" jawabku menjelaskan pada istriku. "Kalau Islam yang benar mas ?" tanya istriku."Kalau Islam yang benar maka aku akan masuk Islam, tetapi kalau ternyata Islam yang salah atau keliru, maka kamu harus masuk gereja" jawab saya menantang.
Banyak sekali kebenaran hakiki yang saya jumpai dalam Al-Qur'an, semakin lama semakin nampak kejanggalan-kejanggalan dalam Alkitab, dalam Alkitab banyak sekali pertentangan antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya, banyak juga berkisah tentang pornografi dan mensifati Tuhan dengan sifat yang mustahil, belum lagi Alkitab tidak ditulis dalam bahasa Yesus. Kejanggalan-kejanggalan ini membuat saya semakin bernafsu mencari sampai dimana kekeliruan-kekeliruan Alkitab.
Pada suatu malam saya bermimpi melihat menara gereja saya yang dikerubuti burung-burung. Langit mendadak terbuka, Para malaikat dan bidadari turun, dan seorang bidadari cantik menyanyikan lagu yang amat merdu sampai saya terjaga dari tidur, dan masih kedengaran suara bidadari itu. Setelah saya amati, ternyata suara itu adalah suara istri saya yang sedang membaca Al Qur'an. Sejenak kemudian istri saya membangunkan saya "Mas... katanya ingin ketemu Tuhan, mari silakan". Malam itu saya bangun, diluar hujan deras diselingi petir menyambar-nyambar. Saya bangun dan cucimuka lalu duduk di atas sajadah yang biasa digunakan istri saya sholat. Saya memang sering bangun tengah malam. Kalau istri saya sholat, saya cuma berdoa saja. Sementara hujan belum reda saya khusu' berdoa sampai tidak terasa air mata saya berlinang, saya memohon kepada Tuhan, "..Ya Tuhan tolonglah saya, berilah petunjuk kepada saya, kalau memang benar Yesus itu Tuhan, tetapkan hati saya, akan tetapi kalau bukan, tolong beri saya petunjuk kepada siapa saya harus menyembah". Tiba-tiba badan saya menggigil, keringat dingin mengucur amat derasnya, kembali terngiang suara kiai-kiai, ulama-ulama, yang pernah berdialog dengan saya bahkan suara dari buku-buku Islam yang saya pelajari, seolah semua berkata "Islam adalah agama yang benar".
Ayah saya marah sekali, "Terlalu gila kamu..Biaya ayah habis banyak karena kamu. Ini berarti kamu telah mengkhianati cita-cita orang tua. Sekarang aku perintahkan kamu pulang kembali ke Malang dan kembali ke Gereja!". Saya hanya dapat menundukkan kepala dan tidak berani menatap wajah ayah yang merah padam itu. Saya jawab, "Tidak ayah, saya sudah menyatakan masuk Islam dan saya sudah berjanji mati bersama Islam". Ayah saya semakin berang dan tiba-tiba menggedor meja, "Terlalu gila..jadi kau sudah benar-benar hendakmeninggalkan gereja?". Saya hanya bisa menganggukkan kepala, langsung ayah saya menyahut tidak senang, "Baiklah kalau kamu sudah tidak bisa diatur lagi, kamu tidak usah mengaku orang tua di sini, keluar! Dan jangan menginjakkan kakimu lagi di rumah ini!".
Alhamdulillah, berkat perjuangan tokoh-tokoh Islam akhirnya saya masuk dan menjadi karyawan PG.Jatiroto. Saya mulai belajar sholat dan membaca Al-Quran, dibawah tuntunan istri saya sendiri.
Kala itu, ulama-ulama dan tokoh-tokoh agama Islam sama berdatangan menjenguk saya di RS. Jatiroto. Setelah peristiwa itu, beberapa ulama dan kyai mulai menampilkan saya di masjid-masjid untuk memberikan kesaksian tentang kebenaran ajaran Islam. Atas bimbingan dan dorongan dari mereka itulah saya akhirnya lebih giat lagi mempelajari, memperdalam Al-Qur'an dan Hadits. dimana pada kesempatan itu dihadiri pula oleh para Pengurus Rabithah Al Alam Islamy dari Saudi Arabia.
Sejak itu, setiap kali diundang pengajian, saya selalu dipanggil dengan Haji Muhammad Abdillah" sebenarnya saya merasa sangat malu, karena saya belumlah menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
Setelah sekian puluh kali hal ini saya lakukan, Allah Yang Maha Rahman dan Rahim mendengar munajat saya dan Alhamdulillah pada musim haji tahun 1992,di suatu pagi sekitar tiga hari setelah hari raya Idul Fitri, datang kepada saya sepucuk surat undangan dari Raja Fadh Arab Saudi yang isinya mengundang saya untuk menunaikan ibadah haji.
09:28 Posted in Tokoh | Permalink | Email this
Saturday, 08 April 2006
Selalu ada yg lupa
Santo yang baru membeli motor Dua bulan yang lalu dihentikan oleh Pulisi lalu lintas,
Polisi : "Saudara tau knapa saya stop?"
Santo : "Sumpah pak, saya gak tau...."
Polisi : "Mustinya anda pake helm, bukan pake selendang... Untuk itu anda saya tilang...."
Santo : "Apa gak bisa damai pak? bukankah damai itu indah?"
Polisi : "Enggak ah... anda tetap saya tilang..."
Tiga hari kemudian Santo diberhentikan lagi oleh Polisi yg sama.
Santo : "Ada apa lagi pak? saya sekarang udah pake helm..."
Polisi : "Saya cuma iseng pengen periksa... coba tunjunkan surat-surat..(setelah memeriksa, Polisi tersenyum girang)
Polisi : "Tuh kan bener feeling saya, anda gak bawa SIM, harus di tilang"
Santo : "Apa gak bisa damai pak? bukankah damai itu indah?"
Polisi : "Ogah ah... anda tetap saya tilang..."
Tiga hari berikutnya, lagi-lagi Santo dihentikan oleh Polisi yang sama.
Santo : "Silahkan periksa pak... saya dah pake helm, dah bawa SIM...bapak akan kecewa..." (setelah memeriksa, Pulisi lagi lagi senyum girang.)
Polisi : "Tuh kan bener filing saya, anda gak bawa STNK, harus ditilang"
Santo : "Apa gak bisa damai pak? bukankah damai itu indah?"
Polisi : "Gak usah yah... anda tetap saya tilang..."
Tiga hari kemudian lagi, Santo masih juga dihentikan oleh Polisi yang sama.
Sambil joged girang Santo ngeledek Polisi
Santo : "Silahkan periksa pak... saya dah pake helm, dah bawa SIM...dah bawa STNK... bapak tentu akan stress dan kecewa..."
Polisi : "Saya tau itu... Tapi yg saya gak abis pikir... Kenapa anda tidak mengendarai motor... ??"
13:23 Posted in Refreshing | Permalink | Email this
Monday, 03 April 2006
Sejenak Bijak
Seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat
oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
* Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk
diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
* Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.
Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik." Ibu menjawab: "Mengapa?" Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."
* Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh
anakmu bekerja keras,tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur." Petani menjawab: "Aku bukan sedang
memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."
* Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya:
"Jika sebuah bola jatuh kedalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"
Ada yang menjawab:
"Cari mulai dari bagian tengah."Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam. "Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi."
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat:
"Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."
* Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi
setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku." Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.
"Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah
mati dilindas mobil yang lewat.
* Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.
Segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?"Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit."
* Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah atau memiliki secukupnya saja....
08:16 Posted in Cerita | Permalink | Email this
Saturday, 01 April 2006
Syi'ah
From: Dede Farhan A
MUQADDIMAH
Semenjak kematian Imam mereka, Syi'ah mengalami perkembangan dan perpecahan. Dan semakin jauh perpecahan mereka, semakin banyak pula ajaran dan paham baru. Dimana tidak jarang ajaran Syi'ah dalam satu periode bertentangan dengan ajaran mereka pada periode sebelumnya. Karena setiap Imam memberikan ajaran, dimana perkataan Imam bagi Syi'ah adalah hadits, sama dengan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam. Bahkan ada yang beranggapan bahwa perkataan Imam sama dengan firman Allah. Namun yang kita bicarakan dalam kapasitas ini adalah kelompok Syi'ah yang percaya kepada dua belas Imam (Syi'ah Imamiyah Al-Itsna 'Asyariyah) dan sekte inilah yang masuk dan berkembang di Indonesia.
Namun kemungkinan orang-orang Syi'ah di sekitar anda akan mengingkari tulisan ini sambil berkata: "Syi'ah tidak seperti ini!" Tetapi tidak selayaknyalah mereka mengingkari perkataan-perkataan ulama-ulama besar
mereka, Karena bahan bacaan yang kami gunakan dalam penyusunan risalah ini menggunakan kitab-kitab pokok Syi'ah yang ditulis oleh ulama-ulama besar Syi'ah sebagai referensi.
PEMBAHASAN
Abdullah bin Saba' adalah seorang pendeta Yahudi dari Yaman yang pura-pura masuk Islam pada akhir kekhalifahan 'Utsman radiallahu 'anhu. Dialah orang yang pertama mengisukan bahwa yang berhak menjadi khalifah setelah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah Ali Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Tetapi pada abad ke-14, dimunculkanlah isu bahwa Abdullah bin Saba' itu adalah manusia bayangan. Mungkin didorong oleh rasa tidak enak, karena timbul imajinasi bahwa ajaran Syi'ah itu berasal dari Yahudi. Tetapi itu
merupakan fakta sejarah yang telah dibakukan, diakui oleh ulama-ulama Syi'ah pada jaman dahulu hingga sekarang.
Sungguh keliru orang yang mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara Sunni dan Syi'ah, kecuali sebagaimana perbedaan yang terjadi antara madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali) dan masalah-masalah furu'iyah ijtihadiyyah!
Ketahuilah bahwa Syi'ah adalah agama di luar Islam. Perbedaan antara kita kaum Muslimin dengan Syi'ah sebagaimana berbedanya dua agama dari awal sampai akhir yang tidak mungkin disatukan, kecuali salah satunya meninggalkan agamanya.
Agar para pembaca mengetahui bashirah (yakni hujjah yang kuat dan terang naqliyyun dan aqliyyun) bahwa Syi'ah adalah dien/agama, maka di bawah ini kami tuliskan sebagian dari aqidah Syi'ah yang tidak seorang Muslim pun
meyakini salah satunya melainkan dia telah keluar dari Islam.
1. Mereka mengatakan bahwa Allah Ta'ala tidak mengetahui bagian tertentu sebelum terjadi. Dan mereka sifatkan Allah Ta'ala dengan al-Bada' yakni Allah Subhanahu wa Ta'ala baru mengetahui sesuatu setelah terjadi.
2. Tahriful Qur'an (Perubahan Al-Qur'an). Yakni mereka mengi'tiqadkan telah terjadi perubahan besar-besaran di dalam Al-Qur'an. Ayat-ayat dan surat-suratnya telah dikurangi atau ditambah oleh para shahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam di bawah pimpinan tiga khalifah yang merampas hak ahlul bait, yaitu Abu Bakar, 'Umar dan 'Utsman radhiallahu 'anhum ajmain. Salah satu ayat yang dibuang menurut versi Syi'ah adalah ayat wilayah (kedudukan) yang terdiri dari tujuh ayat. Kami tuliskan ayat ketujuhnya: "Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan Ali termasuk orang-orang yang menjadi saksi."
3. Mereka juga mengatakan bahwa Al-Qur'an yang ada di tangan kaum Muslimin dari zaman shahabat sampai hari ini tidak asli lagi. Kecuali Al-Qur'an mereka yang tiga kali lebih besar dari Kitabullah yang mereka namakan
mushaf Fatimah yang akan dibawa oleh Imam Mahdi. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman (yang rjemahannya): "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami-lah yang benar-benar memelihara/menjaganya." (Al-Hijr: 9)."
"(Al-Qur'an) yang tidak datang padanya kebathilan baik dari depan maupun belakangnya, yang diturunkan ALLAH Yang Maha Bijaksana (lagi) Maha Terpuji." (Fush-shilat : 42).
Alangkah besarnya dusta dan penghinaan mereka terhadap Al-Qur'an. Allah Subhanahu wa Ta'ala tegaskan bahwa Al-Qur'an di dalam pemeliharaan-Nya dan tidak akan kemasukan satupun yang bathil dari segala jurusan. Akan
tetapi mereka mengatakan bahwa Al-Qur'an telah diubah oleh tangan-tangan manusia, yaitu para shahabat.
4. Mengadakan penyembahan terhadap manusia. Mereka bersikap berlebih-lebihan terhadap imam-imam mereka, sehingga mereka tinggikan sampai kepada derajat uluhiyyah (ketuhanan). Untuk itu, mereka telah berbohong atas nama shahabat besar ahlul jannah, Ali bin Abi Thalib bersama istrinya (Fatimah puteri Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam) dan kedua orang anaknya (Hasan dan Hushain) dan seluruh ahlul bait. Lihatlah kepada sebagian perkataan ulama mereka tentang Ali bin Abi Thalib yang kata mereka -secara dusta- telah mengatakan:
"Demi Allah. Sesungguhnya akulah yang bersama Ibrahim di dalam api, dan akulah yang men-jadikan api itu dingin dan selamatlah Ibrahim. Dan aku bersama Nuh di dalam bahtera (kapal), dan akulah yang meyelamatkannya dari tenggelam. Dan aku bersama Musa, lalu aku ajarkan ia Taurat. Dan akulah yang membuat Isa dapat berbicara di waktu masih bayi dan akulah yang mengajarkannya Injil. Dan aku bersama Yusuf di dalam sumur, lalu aku selamatkan ia dari tipu daya saudara-saudaranya. Dan aku bersama Sulaiman di atas permadani (terbang), dan aku-lah yang menundukkan angin untuknya)." (Dinukil dari kitab Syi'ah wa Tahrifu al-Qur'an oleh Syaikh Muhammad Malullah halaman 17, nukilan dari kitab al-Anwaaru an-Nu'maaniyyah (I/31) salah satu kitab terpenting Syi'ah).
Sekarang lihatlah apa yang dikatakan Khomeini, pemimpin besar agama Syi'ah di dalam kitabnya al-Hukuumatu al-Islamiyyah (hal. 52):
"Dan sesungguhnya yang terpenting dari madzhab kami, sesungguhya imam-imam kami mempunyai kedudukan (maqam) yang tidak bisa dicapai oleh seorang pun malaikat yang muqarrab/dekat dan tidak oleh seorangpun Nabi yang pernah diutus."
Maksudnya, imam-imam mereka itu jauh lebih tinggi dari para malaikat dan sekalian Nabi yang pernah diutus. Inilah salah satu penghinaan terbesar Khomeini kepada seluruh Malaikat dan para Nabi semuanya (termasuk Jibril
dan Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, berpegang kepada keumuman lafadz yang diucapkan Khomeini).
Sangat tidak pantas seorang pemuda Ahlus Sunnah mengidolakan orang seperti ini, bahkan sampai memajang posternya di dalam kamarnya.
Mereka pun meriwayatkan secara dusta atas nama Ali: "Dan akulah yang menghidupkan dan mematikan." (Syi'ah wa Tahrifu al Qur'an, hal 17).
Lihatlah! Bagaimana mereka samakan Ali dengan Namrud dan Fir'aun yang mengaku sebagai tuhan yang menghidupkan dan mematikan.
5. Di antara I'tiqad Syi'ah yang terpenting dan menjadi salah satu asas agama mereka adalah aqidah raj'ah, yaitu keyakinan hidup kembali di dunia ini sesudah mati, atau kebangkitan orang-orang yang telah mati di dunia.
Peristiwanya terjadi ketika Imam Mahdi mereka bangkit dan bangun dari tidur panjangnya yang sampai sekarang telah seribu tahun lebih (karena selama ini ia bersembunyi di dalam gua). Kemudian dihidupkanlah kembali seluruh imam mereka dari yang pertama sampai yang terakhir tanpa terkecuali Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam dan putri beliau Fatimah. Kemudian dihidupkan kembali pula musuh-musuh Syi'ah yang terdepan yakni Abu Bakar, Umar dan Utsman dan seluruh shahabat dan seterusnya. Mereka semua akan diadili, kemudian disiksa di depan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam karena telah mendzalimi ahlul bait, merampas imamah dan seterusnya. (Lihat kitab mereka, Haqqul Yaqin, Hal. 347).
Aqidah Raj'ah ini terang-terangan telah mendustakan isi Al-Qur'an diantaranya firman ALLAH Subhanahu wa Ta'ala (yang terjemahannya):
"Dan di hadapan mereka (orang-orang yang telah mati) ada alam kubur sampai hari mereka dibangkitkan (yakni hari kiamat)."
Ayat yang mulia ini menegaskan bahwa orang yang telah mati akan hidup di alam barzakh (alam kubur) dan tidak akan hidup lagi di dunia sampai mereka dibangkitkan nanti pada hari kiamat.
6. Pengkafiran kepada seluruh shahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi WaAalihi Wasallam, kecuali beberapa orang seperti Ali, Fatimah, Hasan dan Hushain. Mereka merendahkan para shahabat dengan caci maki dan laknat dalam melawan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang banyak memuji para shahabat di antaranya keridhaan Allah kepada mereka radhiallau 'anhum ajmain.
7. Taqiyyah. Berkata Mufid dalam kitabnya Tashhiih al-I'tiqaad, menerangkan pengertian taqiyah dikalangan Syi'ah: "Taqiyah adalah menyembunyikan kebenaran dan menutupi keyakinannya, serta
menyem-bunyikannya dari orang-orang yang berbeda dengan mereka dan tidak menampakkannya kepada orang lain karena dikhawatirkan akan berbahaya terhadap aqidah dan dunianya."
Ringkasnya, taqiyah adalah berdusta untuk menjaga rahasia. Hakekat Syi'ah memang terkadang sulit diketahui para pengikutnya sendiri. Itu semua dikarenakan aqidah taqiyah dan kitman (sikap menjaga rahasia) yang ada
pada mereka. Bahkan terkadang mereka berpenampilan seolah-olah mencintai Ahlus Sunnah, sehingga semua ini menjadikan orang-orang yang polos di kalangan Ahlus Sunnah tertipu dan terpedaya oleh mereka. Syi'ah mensyari'atkan dusta yang merupakan aqidah yang harus dipercayai dan bahkan masuk dalam rukun iman, sebagaimana disebut-kan dalam kitab mereka:
"Kulani menukil dari Abdullah, ia berkata: Taqwalah atas agamamu dan berhijablah dengan "taqiyah", maka sesungguhnya tidak sempurna iman seseorang apabila tidak berdusta (taqiyah). (Ushulul Kaafi hal. 483. Al
Kaafi merupakan salah satu kitab pegangan pokok mereka dalam hal aqidah dan agama Syi'ah Imamiah).
Kulaini mengatakan dari Abdullah ia berkata: Adalah Bapakku mengatakan: "Dan apakah yang dapat menenangkan pikiranku selain berdusta (taqiyah). Sesungguhnya taqiyah adalah surga bagi orang yang beriman." (Ushul Al-Kaafi hal.484).
Jagalah agama kalian dan lindungilah dengan taqiyah, sesungguhnya tidak beriman bagi siapa yang tidak bertaqiyah. (Al Kulani dalam Ushul Al-Kafi, I/218).
Rafidhah (Syi'ah) memandang wajibnya menggunakan taqiyah terhadap kaum Muslimin. Dengan taqiyah, seakan mereka menunjukkan iltizam-nya tehadap hukum Islam. Saling menolong dengan dasar cinta dan kasih sayang dengan kaum Muslimin. Padahal kenyataannya mereka berlepas diri dari kaum Muslimin. Mereka menganggap bahwa Ahlus Sunnah lebih kafir daripada orang-orang Yahudi, Majusi dan Musyrik. Mereka juga memandang bahwa mereka tidak mungkin bertemu dengan kaum Muslimin dalam masalah agama. Seperti yang dijelaskan
oleh Ni'matullah al-Jazairi, ia berkata: "Sesungguhnya kita tidak bertemu dengan mereka atas satu ilah (sembahan), tidak pula atas satu nabi dan tidak pula atas satu imam. Yang demikian itu karena mereka mengatakan bahwasanya Tuhan mereka adalah yang mengutus Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam
sebagai nabinya dan mengangkat Abu Bakar sebagai khalifahnya. Sedangkan kami tidak mengatakan dengan Tuhan yang demikian itu dan tidak pula dengan nabinya. Akan tetapi yang kami katakan bahwa Tuhan yang mengangkat Abu Bakar bukanlah Tuhan kita, tidak pula nabi tersebut adalah nabi kita." (Ash-Shirath al-Mustaqim Ila Mustahqi at-Taqdim, III/73).
Oleh karena itu mereka menyelisihi kaum Muslimin dalam segala perkaranya. Menjadikan hal demikian sebagai prinsip mereka yang paling penting, dan mereka membangun agamanya atas prinsip tersebut. Seperti yang
diriwayatkan oleh ash-Shadiq dari Ali bin Absath, ia berkata: "Aku berkata kepada Radha 'Alaihissalaam : 'Aku memiliki masalah, tetapi aku tidak memperoleh pemecahannya. Sedang di negeri tersebut tidak seseorang pun ulama kita (Syi'ah). Radha menjawab: 'Datanglah kepada ahli fiqh yang ada di negeri itu, lalu mintalah fatwa berkenaan dengan masalahmu. Tapi ambillah kebalikannya. Karena, kebenaran itu ada pada kebalikan (pernyataan fatwa) tersebut." (Dikutip dari kitab mereka Al-Anwar An-Nu'maniyah II/278).
Menurut Khomeini, imannya orang Syi'ah tidak sempurna kecuali bila ia telah berbeda dengan Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Al-Hukumat al-Islamiyyah hal. 83).
Berkata Ash-Shadiq; "Ayahku berkata dalam suratnya: 'Janganlah engkau bermakmum shalat kecuali pada dua macam orang. Pertama orang yang engkau percayai agama dan kewaraannya. Kedua, orang yang engkau khawatirkan pedang, kekerasan, dan kekejiannya terhadap agama-(mu). Shalatlah di belakangnya dengan cara taqiyah dan berpura-pura." (Dikutip dari kitab mereka Man laa yahdhuruhu al-Faqiih, I/265).
Syaikh mereka Majlisi meriwayatkan dari Abi Abdillah, bahwasanya ia pernah berkata: ....... Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Diperintahkan supaya bertaqiyah....." (Kitab Syi'ah, Bihar al-Anwar, XXIV/47)
Inilah kepalsuan yang sangat besar terhadap kedudukan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan terhadap keluarga-nya dan kerabatnya. Seandainya kita menerima bahwa ahlul bait takut terhadap para penguasa, maka siapakah yang ditakuti oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan kepada siapakah beliau pernah bertaqiyah? Padahal beliaulah yang tegak menentang kaum kafir Quraisy dan para pembesarnya. Beliau hadapi mereka, beliau selisihi agamanya serta beliau seru mereka untuk beribadah kepada Allah semata. Jadi mengaitkan taqiyah kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan keluarganya merupakan dusta yang sangat besar.
BEBERAPA KEYAKINAN ANEH SYI'AH
1. Ahlus Sunnah menurut Syi'ah adalah najis.
Berkata Ruhullah al-Musawi: "Sedangkan Nashib (Ahlus Sunnah) dan khawarij dilaknati oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Keduanya adalah najis tanpa diragukan." (Tahriru al-Wasilah, I/118. Beirut).
Berkata Syaikh mereka al-Majlisi: "Nuh Shallallahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam membawa babi dan anjing dalam kapalnya dan tidak membawa anak zina. Dan nashib (Ahlus Sunnah) lebih jahat dari anak zina."
2. Harta dan darah Ahlus Sunnah di sisi Syi'ah
Berkata Muhammad bin Ali Babawaihi al-Qummi, dia meriwayatkan dari Daud al-Farqad: "Aku bertanya kepada Abu Abdullah 'Alaihissalaam : Bagaimana pendapat Anda tentang membunuh an-Nashib (Ahlus Sunnah)?" Ia menjawab: "Halal darahnya, akan tetapi lebih aman bila anda sanggup menimpuknya dengan tembok atau membenamkan ke dalam air supaya tidak ada saksi." Aku bertanya lagi: "Bagaimana dengan hartanya?" Ia menjawab: "Sikat saja semampumu." ('Ilal asy-Syara'I hal 601. Nejef).
3. Sikap Syi'ah terhadap empat Imam madzhab
Jika Syi'ah menampakkan penghormatannya terhadap keempat imam madzhab, maka itu hanya dalam rangka taqiyah. Muhammad Ridha ar-Ridhawi berkata : "Sekiranya pengaku-pengaku Islam dan Sunnah mencintai Ahlul Bait tersebut dan mereka tidak akan mengambil ketentuan-ketentuan hukum agama mereka dari orang-orang yang menyimpang, seperti Abu Hanifah, Syafi'i, Malik dan Ibnu Hambal." (Kadz-dzabu 'Alaa Syi'ah, hal. 279. Teheran).
4. Semua sanad dan riwayat Syi'ah pasti bertentangan dengan yang lain
Berkata as-Sayyid Dalhar Ali al-Ludnawi: "Hadits-hadits yang berasal dari para imam ini amat beragam. Hampir tidak dijumpai satu hadits pun melainkan ada lagi hadits lain yang menafikan. Dan hampir tidak ada kesepakatan
riwayat, kecuali terdapat riwayat lain yang bertentangan." (Asasu al-Ushul hal. 51. Lucknow-India).
5. Imam Mahdi Syi'ah memerintah dengan syari'at Daud, bukan syari'at Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam
Ash-Shadiq mengutip riwayat dari Abu Ja'far yang berkata: "Bila imam ghaib datang, ia akan memerintah dengan hukum Daud. Ia tidak meminta penjelasan."(Tarikh Ma Ba'da Dzuhur, hal. 728 & 810. Beirut).
Dalam kitab yang sama, berkata Ash-Shadiq: "Dunia tidak akan berakhir sebelum keluar seorang pria dari kalanganku yang akan memerintah dengan syari'at Daud."
6. Kekuasaan imamnya menyamai kekuasaan Allah
Abu Abdullah mengatakan: "Sesungguhnya Dunia dan Akhirat adalah milik imam. Ia letakkan dimana saja boleh sesuai kehendaknya dan diberikan kepada siapa saja menurut kehendaknya. Karena itu adalah merupakan mandat dari Allah." (Ushul al-Kaafi hal. 259 Bab al-Ardhu Kulluhu lil Imam).
7. Imam mereka mengetahui yang ghaib
Abu Abdullah berkata: "Sesungguhnya saya mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, dan saya mengetahui segala yang ada di surga dan apa yang ada di Neraka, dan saya mengetahui segala yang belum dan akan terjadi." (Ushul al Kaafi hal. 160).
8. Penghinaan terhadap Isteri-Isteri Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam
Dalam kitab Haqqul Yaqin, Muhammad Baqir al-Majlisy hal. 519, disebutkan dalam bahasa Perancis yang terjemahannya adalah: "Dan aqidah kita (Syi'ah) adalah bebas dari empat berhala: Abu Bakar, Umar, Utsman dan Mu'awiyah. Dan bebas dari empat berhala wanita: Aisyah, Hafsah, Hindun dan Ummul Hakam. Serta bebas pula dari pengikut dan pendukung mereka. Sesungguhnya mereka adalah sejelek-jelek makhluk ciptaan ALLAH dimuka bumi."
9. Penghinaan kepada para Khalifah selain Ali
al-Majlisi menyebutkan: "Sesungguhnya Abu Bakar dan Umar keduanya adalah Fir'aun dan Haman." (Haqqul Yaqin hal. 367).
10. Menghalalkan meminjamkan tubuh wanita
Abu Ja'far Muhammad Ibnu Hasan At-Thusi menyebutkan dari Muhammad bin Muslim dari Abu Ja'far, ia berkata: Aku tanyakan kepadanya: "Halalkah laki-laki meminjamkan pada temannya tubuh puterinya untuk disetubuhi?" Jawabnya: "Boleh. Bahwa halal bagi dia sebagaimana halal bagi temannya meminjamkan kemaluan putrinya untuk disetubuhi." (Al-Istibshar Juz III hal. 136).
Muhammad Ibnu Mudharrib berkata: Berkata kepadaku Abu Abdullah: "Hai Muhammad, ambillah putri ini untuk melayanimu dan untuk kamu setubuhi. Maka bila kamu telah selesai menyetubuhinya, kembalikan dia kepadaku." (Al Istibshar Juz III hal. 136 dan dalam Furu'ul Kaafi hal. 200).
"Allaahumma! Ampunilah hamba dari terlalu banyak menulis ucapan-ucapan kotor
dan menjijikkan ini."
NIKAH MUT'AH DALAM SYI'AH
Setelah membaca kitab Syi'ah wa Ahlul Ba'it hal. 221-230 Ihsan Ilahi Zhahir, Syi'ah wal Mut'ah (seluruh isi kitab), Muhammad Maalullah; Tuhfatu al Itsna 'Asyariyyah hal. 227-230, dan lain-lain kitab, maka dapat dirinci nikah
mut'ah yang terjadi pada kaum Syi'ah, sebagai berikut:
1. Nikah yang bertempo atau kontrak dalam waktu tertentu dan telah disetujui oleh kedua belah pihak.
Misalnya satu bulankah, seminggu atau satu hari pun boleh, bahkan satu kali jima' pun jadi. Apabila waktu habis? Keduanya pun berpisah! Kecuali kalau keduanya setuju untuk menambah atau memperpanjang kontrakan.
Memang aneh tapi itulah yang terjadi pada kaum syi'ah dan mereka tidak bisa mengingkarinya kecuali bertaqiyah (berdusta untuk menutupi rahasia).
2. Dalam nikah ini, wali dan dua orang saksi tidak menjadi syarat sahnya nikah.
Jadi apabila seorang laki-laki menyatakan keinginannya kepada seorang perempuan yang akan dimut'ahnya dengan mahar sekian dan dalam waktu sekian, kemudian perempuan itu setuju, maka jadilah mereka mut'ah meskipun tanpa dihadiri oleh wali dan saksi, kecuali mereka berdua.
3. Dalam nikah mut'ah ini tidak ada thalaq.
4. Tidak ada 'iddah syar'i kecuali 'iddah yang dibuat-buat oleh kaum Syi'ah dan itu bukanlah suatu keharusan.
5. Tidak ada waris-mewarisi apabila salah seorangnya wafat.
6. Tidak ada kewajiban memberi nafkah.
7. Tidak ada batas jumlah perempuan yang bisa dimut'ah.
8. Seorang lak-laki boleh mut'ah dengan perempuan yang mana saja dan dari agama apa saja. Yahudi, Nashrani, Budha atau Hindu dan lain-lain agama sampai kepada yang tidak beragama. Khomeini, di dalam kitabnya Tahriru al-Wasilah dengan tegas memfatwakan kebolehan mut'ah dengan perempuan pelacur.
9. Boleh mut'ah dengan isteri orang secara sembunyi-sembunyi.
10. Diperbolehkannya menyetubuhi dubur isterinya atau wanita mut'ahnya yang kita namakan sebagai liwath. Inilah perbuatan yang mendapat laknat dari Allah dan Rasul-Nya.
11. Ada satu mut'ah yang mereka namakan dengan mut'ah dauriyyah (mut'ah jama'ah bergi-liran. Caranya: beberapa orang laki-laki (berjama'ah) mut'ah dengan seorang perempuan, kemudian mereka ikrar saling bergantian menyetubuhi perempuan tersebut.
Orang-orang Syi'ah tidak bisa mengingkari hal-hal ini karena semua itu dinukil dari kitab ulama-ulama mereka.
KEDUDUKAN MUT'AH DALAM AGAMA SYI'AH
Di dalam agama Syi'ah nikah mut'ah mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dan mulia. Ibadah yang paling afdhal dan seutama cara untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah. Mut'ah adalah rukun iman. Ibnu Babawaih meriwayatkan : Bahwa Abu Ja'far (Muhammad Baqir) pernah ditanya: Apakah orang mut'ah itu mendapat pahala? Jawabnya: Kalau ia melakukannya karena Allah Yang Maha Tinggi dan dalam rangka mengingkari orang yang menentang amalan ini, maka tidaklah ia berbicara satu kata dengan wanita mut'ahnya. Maka Allah akan menulis kebaikan pada setiap kata, dan tidaklah laki-laki yang mengulurkan tangannya kepada wanita yang hendak dimut'ah melainkan Allah akan menulis kebaikan baginya, dan bila ia mendekat kepada wanita mut'ahnya melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya, dan bila ia mandi junub setelah berhubungan badan dengan wanita mut'ahnya, Allah akan mengampuni dosanya sebanyak air yang mengalir lewat rambutnya. Aku bertanya: Sebanyak rambutnya? Jawabnya: Ya, sebanyak rambutnya. (Man laa Yadhurruhu Faqih Juz III hal 295).
Dan di antara penghinaan besar kaum syi'ah kepada Rasulullah ialah kebohongan-kebohongan mereka dalam membuat hadits-hadits palsu atas nama Nabi yang mulia, Sayyidu al-Anbiya' wal- Mursalin. Hadits-hadits palsu
yang telah dibuat oleh Syi'ah, baik atas nama beliau atau ahlul bait, jumlahnya banyak sekali, mencapai puluhan ribu lebih. Bahkan sampai ratusan ribu dalam seluruh kegiatan agama mereka, dan salah satunya adalah dalam
kawin mut'ah. Di antara hadits-hadits palsu yang mereka sandarkan atas nama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam tentang nikah mut'ah adalah: "Barangsiapa yang keluar dari dunia ini (wafat) dan ia belum melakukan mut'ah, niscaya ia akan datang pada hari kiamat dengan hidung yang terpotong."
Dalam hadits buatan mereka yang lain disebutkan: "Barangsiapa yang mut'ah sekali saja, niscaya dimerdekakan sepertiga dirinya dari api neraka. Dan barang siapa yang mut'ah sampai dua kali, niscaya dimerdekakan dua
pertiga dirinya dari api neraka. Dan barang siapa yang mut'ah tiga kali, niscaya dimerdekakan seluruh dirinya dari api neraka".
Hadits palsu yang lain menyebutkan: "Barangsiapa yang mut'ah satu kali saja derajatnya seperti derajat Husain. Dan barangsiapa yang mut'ah sampai dua kali derajatnya sama dengan Hasan. Dan barang siapa yang mut'ah sampai tiga kali derajatnya sama dengan derajat Ali bin Abi Thalib. Dan barang siapa yang mut'ah sampai empat kali, niscaya derajatnya seperti derajatku (Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam). (Baca Syi'ah wa
Ahlu al-Bait, hal 217-219 oleh Ihsan Ilahi Zhahir).
Kita bertanya kepada Syi'ah: "Bagaimana derajat orang yang mut'ah lebih dari empat kali?" Allahumma! Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu dari menukil riwayat-riwayat yang kufur ini. Ambil misal, umpamanya dalam satu bulan seorang wanita dapat dimut'ah oleh tiga puluh orang laki-laki kalau ditakdirkan setiap orang laki-laki mut'ahnya satu hari. Dan di dalam agama Syi'ah perbuatan di atas dibolehkan, bahkan semakin banyak mut'ahnya seseorang semakin tinggi derajatnya di sisi ALLAH. Lantas dengan cara apa kita membedakan perempuan-perempuan Shalihah dengan para pelacur! Dengan cara apa wahai kaum Rafidhah ?
"Maka terdiamlah (tidak bisa menjawab) orang yang kafir itu."
(al-Baqarah:258).
Para pembaca mungkin akan bertanya-tanya heran apa yang membuat syi'ah demikian beraninya berbohong atas nama ALLAH dan Rasul-Nya? Jawabnya: Bahwa agama Syi'ah dibina dan diciptakan atas dasar kebohongan
di atas kebohongan. Bohong adalah agama mereka sebagaimana mereka telah tegaskan: At-Taqiyah Dinunna ("Nifak adalah agama kami!"). Bohong merupakan syi'ar agama mereka! Tidak ada agama bagi mereka tanpa berbohong! (Baca kitab Syi'ah: Ushul al-Kaafi hal 484)
MUT'AH ADALAH ZINA
Dalil Pertama:
ALLAH Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang terjemahannya):
"Dan orang yang menjaga (farji) kemaluan mereka, kecuali kepada isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka dalam hal ini sesungguhnya mereka tidak tercela. Maka barangsiapa yang mencari selainnya
(yakni selain dari isteri atau budak), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas." (al-Mukminun: 5-7).
Dalil Kedua:
"Dan hendaklah orang-orang yang tidak/belum mampu menikah (tetap) menjaga kesucian (diri)nya (ta'affuf), sampai ALLAH mencukupi mereka dengan karunia-Nya." (an_Nur: 33).
Dalil ketiga: (Lihat QS: An-Nisa: 25)
Sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam:
1. Dari Ali bin Abu Thalib radhiallahu 'anhu, berkata: "Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Aalihi Wasallam melarang kawin mut'ah dan makan daging Himar piaraan pada waktu perang Khaibar." (HR. Bukhari &
Muslim).
Ali radhiallahu 'anhu yang termasuk Ahlul Bait dan termasuk imam bagi kelompok Syi'ah telah meriwayatkan hadits yang menerangkan bahwa kawin mut'ah telah dilarang sejak perang Khaibar untuk selama-lamanya, maka
sangat tidak beralasan kalau kelompok Syi'ah justru mengingkari hadits yang telah diriwayatkan oleh imam mereka, dengan tetap bersikukuh atas bolehnya kawin mut'ah, padahal dengan tegas imam mereka meriwayatkan hadits atas pelarangan kawin kontrak tersebut.
2. Dari Ibnu Subrah al-Juhany berkata: Rasulullah bersabda: "Wahai manusia, sesungguhnya aku pernah mengizinkan kepadamu kawin mut'ah dan sesungguhnya ALLAH telah mengharamkannya sampai Hari Kiamat. Barangsiapa yang masih mempunyai mut'ah maka tinggalkanlah dan bila telah memberikan kontraknya janganlah diminta kembali sedikitpun." (HR. Muslim).
Dan masih banyak riwayat-riwayat shahih lainnya yang menjelaskan tentang pengharaman kawin mut'ah.
SEKILAS INFO
Ø Harian Terbit, Kamis 25 September 1997
KH. Irfan Zidny, MA yang mengaku satu guru satu ilmu dengan Ayatullah Khomeini memang layak untuk menyatakan kepedihan hatinya di hadapan sekitar 1000 peserta seminar sehari tentang Syi'ah di Aula Masjid Istiqlal Jakarta. Kiai jebolan Baghdad ini tidak dapat membendung deraian air matanya ketika memulai membeberkan kesesatan aliran Syi'ah dalam seminar Nasional tentang Syi'ah tersebut
Ø As-Sabiqunal Awwalun (ASA) Edisi V Th.II/1411 H.
Mahasiswi semester VII sebuah perguruan tinggi yang mengaku jurusan Sospol di Bandung, mengeluhkan rasa pedih pada bagian alat vitalnya, kemudian memeriksakannya kepada salah seorang Dokter Penyakit Kulit dan Kelamin bernama Dokter Hanung. Wanita asal Pekalongan yang tinggal di Bandung di sebuah rumah kos "Wisma Fathimah" Jl. Alex Kwilarang 63 itu telah dua kali memeriksakan penyakit yang dideritanya kepada dokter tersebut yang pada akhir kalinya ia tercengang mendengar keterangan dokter bahwa sesuai hasil penelitian laboratorium, semua menyokong diagnosis bahwa penyakit yang diderita wanita yang katanya sering mengikuti pengajian Jalaluddin Rahmat di Bandung itu menderita penyakit yang disebabkan karena terlalu sering berganti-ganti pasangan dalam berhubungan badan, atau yang lazim disebut penyakit yang diderita para pelacur. Mendengar keterangan dokter bahwa penyakit yang dideritanya adalah penyakit kotor yang memalukan dan mematikan, maka Mahasiswi yang berjilbab biru dan bercadar itu terkejut dan berteriak sambil berkata: "Tidak mungkin." (Halaman 44 s.d 47 berjudul : PASIEN TERAKHIR).
Inilah salah satu contoh akibat buruk dari kawin mut'ah yang telah mencemarkan citra wanita Muslimah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Ø REPUBLIKA, Selasa 26 Juli 1994 hal. 16
Iran merupakan negara basis dan produk Syi'ah. Negara dengan luas wilayah 1.648.000 Km2 dan jumlah penduduk 64.625.455 jiwa 98% memeluk agama Islam Syi'ah tersebut dipimpin oleh Rafsanjani, dia dipusingkan dengan lahirnya 250.000 bayi tanpa bapak akibat Kawin Mut'ah atau kawin kontrak. Iran merupakan negara Islam yang bebas dari segala bentuk pelacuran. Prianya berjubah, sementara wanita berjilbab dan bercadar. Namun yang mengagetkan adalah negara tersebut adalah termasuk sarang AIDS.
Pada tahun 1994 yang lalu di Republik Islam Iran sudah terdata 82 orang yang meninggal karena AIDS dan yang terserang AIDS sudah mencapai 5.000 orang. Itulah sebagian dari kerusakan nikah mut'ah agama Syi'ah,
pengikut-pengikut Abdullah bin Saba', sang penyebar fitnah dan kerusakan besar di dalam Islam dan kaum Muslimin. Hendaknya kaum Muslimin waspada dan hati-hati terhadap agama Syi'ah yang mengatasnamakan Islam ini. Dan kepada mereka yang tertipu oleh Jurus Taqiyah (berbohong untuk menyembunyikan rahasia) segeralah bertaubat kembali kepada Rabbul 'Alamin.
Inilah perkenalan kita dengan agama Syi'ah buatan kaum zindiq dan munafik, ajaran yang sesat dan menyesatkan dan menjadi shaf terdepan dari sekalian ajaran sesat dan kufur yang akan merusak Islam dan kaum Muslimin dari dalam.
Maraji'/bacaan :
1. Syi'ah Mut'ah dan Bahayanya Oleh Muhammad Sufyan Raji Abdullah, Lc
2. Majalah As-Sunnah, Edisi 16/Th. Ke-2
PERLU UNTUK DIWASPADAI !!!
Penerbit buku 'MIZAN'; Ikatan Pemuda Ahlul Bait Indonesia (IPAB); Ikatan Jama'ah Ahlul Bait Indonesia (IJABI); Pesantren dan Yayasan Al-Muthahari Bandung dengan Jalaluddin Rahmat-nya; Yayasan Al-Muntazhar Jakarta;
Yayasan Pesantren Islam (YAPI) Bangil; Yayasan Al-Jawwad Bandung; Yayasan Al-Muhibbin Probolinggo; Pesantren Al-Hadi Pekalongan; YAPISMA Malang; Yayasan Madinatul Ilmi Depok; Buletin Al-Tanwir; Buletin Al-Jawwad; Buletin Al-Ghadir; Majalah Al-Musthafa; Majalah Al-Hikmah; Majalah Al-Mawaddah; Majalah Yaum Al-Quds;. Mereka menyusup pula di surat kabar Republika, bahkan ke dalam organisasi massa besar seperti ICMI.
09:05 Posted in Sejarah | Permalink | Email this

